Berita Medan
Viral Surat Permintaan Dana Rp7,3 Juta, Kadus: Itu Tagihan Perbaikan Lampu Jalan dari Mantan RT
Menanggapi persoalan dengan adanya pungutan liar tersebut, Kepala Dusun XI, Desa Bandar Klippa, Jono Santoso, memberikan klarifikasi.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, DELI SERDANG - Sebuah surat permohonan bantuan dana partisipasi untuk pembangunan bahu jalan dan perbaikan lampu jalan umum di lingkungan RT 09, Dusun XI, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Pasalnya, sejumlah warga mengaku kaget dan bingung karena dimintai sumbangan tanpa sosialisasi yang memadai.
Surat bernomor yang diterbitkan oleh Ketua RT 09 dan Kepanitiaan Pembangunan setempat itu memuat rincian biaya total sebesar Rp7.355.000 yang rencananya digunakan untuk:
- Pembangunan bahu jalan: semen, pasir, batu kerikil, dan upah tukang dengan total Rp3,45 juta.
- Perbaikan lampu jalan umum: 15 unit lampu 50 watt, rumah lampu, saklar, kabel, dan ongkos pasang senilai Rp 3,4 juta.
- Pemotongan rumput di sepanjang Jalan Dame: Rp. 500 ribu.
Menanggapi persoalan dengan adanya pungutan liar tersebut, Kepala Dusun XI, Desa Bandar Klippa, Jono Santoso, memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan bahwa pungutan liar yang dilakukan dua orang pria itu salah satunya adalah pensiunan RT 09.
Sehingga, jono melantik ketua RT 09 yang baru yang masih menjabat 3 bulan di bawah kepemimpinannya.
"Kebetulan kan baru 3 bulan itu RT di bawah saya, saya kan kepala dusun. Jadi di bawah saya itu ada 10 RT. Yang kemarin bermasalah RT 09, baru 3 bulan saya angkat jadi kepala RT," ujar Jono Santoso saat dikonfirmasi Tribun Medan, Senin (6/7/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan sebelumnya RT di wilayah itu dijabat oleh orang tua yang sudah pensiun dan sudah memiliki kebiasaan turun-temurun.
Yakni dengan mengandalkan swadaya masyarakat untuk perbaikan fasilitas umum, terutama di gang-gang kecil, bukan di jalan besar.
"Itu memang sudah kebiasaan, dari swadaya masyarakat. Tapi terkhusus di gang-gang aja, bukan jalan besar. Jadi sebelumnya memang sudah terbiasa dilakukan, sama Pak RT yang dulu. Sudah bertahun-tahun," jelasnya.
Kepala Dusun juga mengungkapkan bahwa surat permohonan dana tersebut dibuat tanpa sepengetahuannya. Ia baru mengetahui adanya proposal ketika salah satu warga, yaitu Siti, mengeluhkan kebingungannya.
Menurut Jono, anak dari pengurus RT bernama Yudi yang ditugaskan untuk mengutip dana mendatangi rumah Siti.
| Kompleksitas Bisnis Meningkat, HKPI Dorong Pemahaman Hukum Kepailitan dan PKPU |
|
|---|
| Pelajar SMA di Medan Sulap Limbah Program MBG Jadi Bata dan Genteng Ramah Lingkungan |
|
|---|
| 200 CCTV Swadaya Masyarakat Dipasang di Titik Rawan Medan, Rico Waas Launchin Program Mata Deli |
|
|---|
| Beasiswa Peduli Orangutan, Siapkan SDM Unggul untuk Konservasi Satwa |
|
|---|
| Hera Sianturi Curhat ke Rico Waas Momok Banjir hingga Jalan Rusak Medan Labuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bukti-Surat-Permohonan-surat-permohonan-bantuan-dana.jpg)