Minggu, 5 Juli 2026

Berita Medan

Hera Sianturi Curhat ke Rico Waas Momok Banjir hingga Jalan Rusak Medan Labuhan

Hera menilai kerusakan benteng atau tanggul di sekitar kawasan menjadi salah satu penyebab utama banjir.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Persoalan banjir menahun, jalan rusak, lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati, hingga pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) menjadi sederet keluhan yang disampaikan warga kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat program Sapa Warga di Masjid Al Hijrah, Kompleks BTN, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (4/7/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Persoalan banjir menahun, jalan rusak, lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati, hingga pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) menjadi sederet keluhan yang disampaikan warga kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat program Sapa Warga di Masjid Al Hijrah, Kompleks BTN, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (4/7/2026).

Didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Rico Waas tidak hanya mendengarkan aspirasi masyarakat, tetapi juga langsung menginstruksikan penanganan terhadap berbagai persoalan yang dikeluhkan warga.

Keluhan pertama datang dari Hera Sianturi yang mengungkapkan banjir masih menjadi momok bagi warga Kompleks BTN. 

Menurutnya, banjir yang terus berulang sangat menyulitkan warga, terutama para lanjut usia dan janda yang rumahnya masih berada pada elevasi rendah.

"Kami yang masih muda saja sudah lelah menghadapi banjir yang datang berkali-kali. Apalagi orang tua dan para janda yang rumahnya lebih rendah," ujarnya.

Hera menilai kerusakan benteng atau tanggul di sekitar kawasan menjadi salah satu penyebab utama banjir.

Ditambah lagi, kondisi wilayah yang menyerupai cekungan membuat air mudah menggenang. 

Karena itu, ia berharap pemerintah membangun tanggul pembatas yang lebih kokoh untuk mencegah luapan air.

Menanggapi hal itu, Rico Waas menegaskan penanganan banjir di kawasan tersebut tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) segera menyusun cetak biru penanganan banjir secara menyeluruh, termasuk menghitung kebutuhan anggarannya.

"Kalau mau kita kerja, kita kerja jangan tanggung-tanggung. Kalau tanggung-tanggung, sampai kapan pun kita begini terus. Saya minta SDABMBK segera benahi dan laporkan kepada saya berapa kebutuhan biayanya," tegas Rico.

Menurut Rico, kondisi geografis Kompleks BTN kini semakin kompleks dan cenderung berubah menjadi kawasan rawa. Hal itu terlihat dari saluran pembuangan yang terus tergenang, berlumut, dan berwarna hijau.

Selain pembangunan infrastruktur, Rico juga meminta pihak kecamatan mendata elevasi seluruh rumah warga sebelum dilakukan peninggian badan jalan agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Terkait jalan rusak akibat genangan, Rico menyebut proses tender telah berjalan. Dalam waktu dekat, material akan diuji sebelum pekerjaan pengecoran beton dilakukan di jalan utama menuju kawasan masjid.

"Proses tender sudah berjalan. Dalam waktu dekat akan dilakukan uji material sebelum jalan utama dibeton dari pintu masuk hingga area masjid," katanya.

Selain banjir dan jalan rusak, warga juga mengeluhkan banyaknya LPJU yang mati. Titi, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir terhadap potensi tindak kriminal, terutama pada malam hari.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 16 - Babak 16 Besar
Minggu, 5 Juli 2026 | 00:00 WIB
Canada
Kanada
0 - 3
Morocco
Maroko
Round of 16 - Babak 16 Besar
Minggu, 5 Juli 2026 | 04:00 WIB
Paraguay
Paraguay
0 - 1
France
Prancis
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved