Berita Medan
Pelajar SMA di Medan Sulap Limbah Program MBG Jadi Bata dan Genteng Ramah Lingkungan
Limbah yang berpotensi menumpuk di tempat pembuangan akhir itu kemudian diolah menjadi material konstruksi bernilai guna.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.
Tim karya ilmiah sekolah tersebut berhasil meraih Gold Medal pada Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 yang digelar di Kansai Airport Conference Hall, Izumisano, Osaka, Jepang, pada 3–4 Juli 2026.
Prestasi itu diraih berkat inovasi bertajuk GREEN (Green Resource for Eco-Friendly Engineering and Natural Construction), yakni pemanfaatan limbah kulit buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bahan baku bata dan genteng ramah lingkungan.
Inovasi tersebut berangkat dari pengamatan para siswa terhadap meningkatnya limbah organik berupa kulit buah seperti pisang, jeruk, semangka, pepaya, dan melon yang dihasilkan dari pelaksanaan program MBG di sekolah.
Limbah yang berpotensi menumpuk di tempat pembuangan akhir itu kemudian diolah menjadi material konstruksi bernilai guna.
Dalam prosesnya, kulit buah dikumpulkan, dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk. Selanjutnya bubuk organik tersebut dicampur dengan tanah liat, semen, serta perekat alami sebelum dicetak menjadi bata dan genteng.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri internasional, produk yang dikembangkan siswa MAN 1 Medan dinilai unggul dari sisi keberlanjutan lingkungan, bobot yang lebih ringan, daya tahan, hingga kualitas tekstur dan ketahanan terhadap air.
Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih para siswanya di tingkat dunia.
“Alhamdulillah, pencapaian Gold Medal ini merupakan hasil kerja keras para siswa dan guru pembimbing. Melalui inovasi GREEN ini, siswa madrasah membuktikan bahwa mereka mampu berpikir kritis, mendukung prinsip ekonomi sirkular, dan menghadirkan solusi teknologi hijau (green technology) yang diakui dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).
Menurut Reza, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi siswa madrasah di seluruh Indonesia untuk terus melakukan penelitian dan menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata.
“Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa madrasah untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Tim MAN 1 Medan yang meraih medali emas terdiri atas Rafa Ruzain Ahmad, Tiara Qalbi Aswani, Azka Azzahra Putri Dalimunthe, Sandria Shelba Yafizham Harahap, Ariq Zaidan Dhiaufa Siregar, Zahraa Putri Syahbana, dan Fauzul Huda.
Mereka didampingi guru pembimbing Muhammad Doni Anggara, Ulfa Mashitah, dan Ahmad Zaki Mubarak.
Ajang JDIE 2026 diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) bekerja sama dengan Chizal Corporation. Dalam kompetisi tersebut, tim MAN 1 Medan berhasil bersaing dan unggul atas ratusan peserta dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Kanada, Polandia, hingga Uni Emirat Arab.
| 200 CCTV Swadaya Masyarakat Dipasang di Titik Rawan Medan, Rico Waas Launchin Program Mata Deli |
|
|---|
| Beasiswa Peduli Orangutan, Siapkan SDM Unggul untuk Konservasi Satwa |
|
|---|
| Hera Sianturi Curhat ke Rico Waas Momok Banjir hingga Jalan Rusak Medan Labuhan |
|
|---|
| Rekor Dunia Kulcapi Karo Tercipta di Pesona Colorful Kota Medan |
|
|---|
| Antonius Tumanggor Diminta Uang Damai Rp1,2 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Gagalkan Mediasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PRESTASI-SISWA-Tim-Karya-Ilmiah-MAN-1-Medan.jpg)