Berita Medan

Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa, Pemerintah Akui Tantangan SDM Masih Besar

Koperasi tidak hanya berperan sebagai penyalur kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai offtaker hasil produksi masyarakat.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
DISKUSI TEMATIK- Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D memaparkan materi dalam Diskusi Tematik bertajuk “Koperasi Masa Kini: Tantangan atau Peluang?” di Medan, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini membahas peran Koperasi Desa Merah Putih dalam mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan sektor pangan di desa. 

“Itu bukan bantuan sosial, tapi pengalihan dari dana desa untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Pengembalian modal pun bersifat fleksibel, tergantung kemampuan desa dan besaran dana yang dialokasikan.

“Tenurnya tergantung, bisa tiga sampai lima tahun, menyesuaikan dengan kondisi dana desa masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa koperasi juga berperan dalam memperpendek rantai pasok dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online maupun rentenir.

“Kita ingin memutus rantai pasok yang panjang dan menghindari masyarakat dari pinjol atau rentenir. Koperasi menyediakan unit simpan pinjam, tapi untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif,” ujarnya.

Dalam praktiknya, pembiayaan tidak selalu diberikan dalam bentuk uang, melainkan bisa berupa alat produksi sesuai kebutuhan, seperti mesin pengering (dryer) untuk gabah.

“Nanti petani tidak langsung dapat uang, tapi fasilitas. Gabah dikeringkan, digiling, lalu dijual dalam bentuk beras. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi dibanding dijual ke tengkulak,” jelasnya.

Meski berbagai skema telah disiapkan, Ambar mengakui kesiapan SDM masih menjadi pekerjaan rumah. Saat ini, pelatihan masih difokuskan pada pengurus, sementara penguatan anggota akan dilakukan secara bertahap.

“SDM belum sepenuhnya siap, tapi pengurus sudah dilatih. Ke depan akan terus ditingkatkan,” katanya.

Ia pun menekankan pentingnya kekuatan pengurus dalam menjalankan koperasi, termasuk dalam memetakan kebutuhan masyarakat desa agar usaha yang dijalankan tepat sasaran.

“Kalau pengurusnya kuat, mereka bisa memetakan kebutuhan masyarakat dan menjalankan usaha yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved