Berita Medan

Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri, Rico Waas Paparkan Strategi Creative Finance

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui aplikasi Lapor Bapenda secara digital. 

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memaparkan strategi pembiayaan kreatif dalam rapat penilaian yang digelar secara virtual dari Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan masuk nominasi penerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pemerintah daerah berprestasi di bidang Entrepreneur Government melalui Creative Finance tahun 2026.

Masuknya Kota Medan dalam jajaran nominasi tersebut diketahui saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memaparkan strategi pembiayaan kreatif dalam rapat penilaian yang digelar secara virtual dari Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).

Dalam paparannya di hadapan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Rico Waas menjelaskan berbagai inovasi yang dilakukan Pemko Medan untuk memperkuat struktur keuangan daerah.

Salah satu terobosan utama, kata Rico, adalah digitalisasi pajak daerah melalui aplikasi Smart Tax Mobile dan Smart Tax Office. Sistem ini memungkinkan proses pendaftaran, pelaporan hingga pembayaran pajak dilakukan secara real time.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui aplikasi Lapor Bapenda secara digital. 

“Selain digitalisasi, kami juga tetap mengoptimalkan layanan offline seperti pojok PBB, Samsat Keliling, Sipaling, dan layanan Drive Thru,” ujar Rico.

Di sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Rico menyebut Pemko Medan saat ini memiliki tiga BUMD, yakni PUD Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD Rumah Potong Hewan.

Menurutnya, BUMD tersebut memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, termasuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Sementara itu, di sektor kesehatan, Pemko Medan mengambil kebijakan dengan menerapkan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada seluruh puskesmas.

“Kebijakan ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal dan inovatif,” jelasnya.

Rico juga memaparkan capaian investasi Kota Medan yang melampaui target. Dari target Rp7,6 triliun pada tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp14,5 triliun.

Ia meyakini capaian tersebut akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kota Medan pada 2026 hingga 2027.

Selain itu, optimalisasi aset daerah dilakukan melalui sistem digital dan kerja sama dengan pihak ketiga agar memberikan nilai tambah. Pemanfaatan CSR juga kini terintegrasi secara digital agar lebih tepat sasaran.

Di bidang pelayanan publik, Pemko Medan terus mengembangkan berbagai aplikasi, mulai dari perizinan, administrasi kependudukan, hingga pengaduan masyarakat yang ke depan akan didukung teknologi kecerdasan buatan (AI).

Paparan Rico Waas tersebut mendapat perhatian tim penilai yang kemudian menggali lebih dalam berbagai inovasi yang telah dijalankan Pemko Medan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved