Berita Medan

Polda Sumut Selidiki Dugaan Polisi Todong Senpi di Tempat Potong Rambut

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, laporan korban sedang diproses.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
IST
Jepretan layar empat orang diduga personel Polisi menodongkan senjata api kepada pekerja pangkas rambut, di pangkas kjr 99, di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (6/4/2026). Polda Sumut menyelidiki kasus ini. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyampaikan telah menerima laporan terkait dugaan pengancaman menggunakan pistol, yang diduga melibatkan personel Polisi.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, laporan korban sedang diproses.

Dalam kasus ini, Polda Sumut menyelidiki adanya dugaan keterlibatan personel Polisi aktif.

Kemudian, mereka juga menyelidiki dugaan penggunaan senjata api.

Meski demikian, Ferry belum mengungkap secara pasti apakah pria yang menodong warga sipil Polisi atau bukan.

Menurut informasi yang didapat, dari empat pria yang terekam, 2 diantaranya Polisi aktif, dan 2 lagi merupakan warga sipil.

Ia juga belum bisa menjelaskan kronologis kejadian.

"Masih diproses. Masih didalami ada tidak keterlibatan personel Polisi,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Rabu (15/4/2026).

Sebelumnya, viral di media sosial Instagram aksi sekelompok orang yang mengaku oknum polisi melakukan intimidasi dan menganiaya karyawan potong rambut.

Tak hanya itu, diduga oknum polisi tersebut juga menodongkan senjata api kearah salah satu karyawan pangkas.

Salah seorang korban, Viky Ndruru mengungkap peristiwa penganiyaan dan penodongan pistol yang dialami di tempat ia bekerja.

Kejadian ini terjadi di tempat tukang pangkas kjr 99, di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.06 WIB. 

Saat itu, Viky bersama temannya berboncengan sepeda motor baru saja pulang dari rumah saudara di Helvetia.

Sesampainya di simpang lampu merah Glugur darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky bersama temannya diikuti oleh sekelompok orang berjumlah 4 orang yang mengaku sebagai oknum polisi, mengendarai tiga sepeda motor.

Oknum polisi tersebut mencoba untuk memberhentikan kendaraan si korban, namun dengan kondisi jalan yang gelap membuat korban menjadi panik sehingga menancapkan gas kendaraannya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved