Berita Medan

Harga Plastik Naik Drastis, Pedagang di Medan Pasrah dengan Keuntungan Tipis

Dalam sehari, Dani menggunakan sekitar empat jenis plastik untuk berjualan, dan seluruhnya mengalami kenaikan harga.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
KENAIKAN HARGA- Pedagang bakso bakar melayani pembeli di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Selasa (7/4/2026). Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir membuat pedagang harus menekan keuntungan dan menyesuaikan harga jual. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sejumlah pedagang di Kota Medan mengeluhkan kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan tersebut disebut cukup signifikan, bahkan hampir mencapai 80 persen untuk berbagai jenis plastik, mulai dari plastik kresek, plastik HD hingga OPP.

Dani (35), pedagang bakso bakar di Jalan Abdullah Lubis, mengatakan kenaikan harga plastik membuatnya harus bertahan dengan keuntungan yang semakin tipis.

“Semua naik, mulai dari plastik kecilnya sampai pembungkus bumbu pun naik. Ya saya pasrah saja dengan untung tipis,” ujar Dani saat diwawancarai Tribun Medan, Selasa (7/4/2026).

Ia menyebut, kenaikan harga sudah berlangsung hampir sebulan. Meski demikian, Dani tetap mempertahankan harga jual agar tidak mengecewakan pelanggan.

“Sebenarnya sudah mulai mencekik, semua naik, bukan hanya plastik, daging ayam pun naik,” jelasnya.

Dalam sehari, Dani menggunakan sekitar empat jenis plastik untuk berjualan, dan seluruhnya mengalami kenaikan harga.

“Semua jenis naik, saya gunakan empat jenis plastik setiap harinya,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Dani hanya berharap ada langkah dari pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga bahan kebutuhan usaha.

“Ya saya berharap pemerintah bisa mengatasi kenaikan harga ini,” tuturnya.

Hal serupa juga dirasakan Rial (57), pedagang buah yang telah berjualan selama sekitar 20 tahun.

Ia mengungkapkan, harga plastik mengalami kenaikan cukup signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp30 ribu menjadi Rp50 ribuan per kilogram.

“Rata-rata naik. Dari harga Rp30 ribu sekarang jadi Rp50 ribuan sekilonya,” ujar Rial.

Ia mengaku, dalam aktivitas jualannya, penggunaan plastik bisa mencapai hampir seperempat kilogram per hari, bahkan terkadang lebih. Kenaikan ini telah dirasakan sejak hampir sebulan terakhir pasca Lebaran.

Untuk menyiasati kenaikan biaya tersebut, Rial terpaksa menaikkan harga buah, meski hanya sedikit, agar tetap bisa menutup biaya operasional.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved