Berita Medan
Wali Kota Akui Tawuran di Belawan Masalah Sosial Kompleks, Perlu Banyak Lapangan Kerja
Rico menambahkan, seluruh unsur Forkopimda telah bersepakat memperketat pengamanan di Belawan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Problem klasik di Nleawan soal tawuran antar warga terus menjadi pekerja rumah Pemko Medan yang tak kunjung teratasi.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengakui bahwa persoalan tawuran yang kerap terjadi di kawasan Belawan tidak bisa diselesaikan secara instan.
Menurutnya, penanganan tawuran harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Penanganan ini tidak bisa sekali selesai. Sifatnya berulang, hilang satu akan tumbuh lagi. Karena itu kita harus lakukan dengan kekuatan penuh dan secara konsisten,” ujar Rico saat ditemui di Pelabuhan Ujung Baru, Belawan, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, aparat gabungan terus melakukan patroli intensif di wilayah tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat keamanan lainnya untuk menjaga kondisi tetap kondusif.
“Patroli terus kita lakukan bersama seluruh unsur terkait. Baru-baru ini kita juga telah mengamankan lima pelaku tawuran, dan satu lainnya masih dalam pengejaran,” ungkapnya.
Rico menambahkan, seluruh unsur Forkopimda telah bersepakat memperketat pengamanan di Belawan.
Ia juga menginstruksikan para camat untuk aktif memantau wilayah masing-masing serta menyampaikan laporan rutin setiap hari, mulai pagi hingga malam.
Meski berbagai upaya seperti razia telah dilakukan, Rico mengakui tawuran masih terjadi. Ia menilai, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga dipengaruhi faktor sosial yang kompleks.
“Tawuran ini bukan hanya soal keamanan. Ada faktor sosial, narkoba, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat yang harus kita benahi bersama,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, aksi tawuran yang berujung pada penjarahan tidak dapat ditoleransi dan akan ditindak tegas.
“Kalau sudah mengarah ke penjarahan, itu jelas tidak bisa dibenarkan. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, Pemerintah Kota Medan tengah menyiapkan berbagai program strategis guna menyasar akar persoalan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Perbaikan infrastruktur, peningkatan pendidikan, kesejahteraan masyarakat, hingga penyediaan lapangan kerja menjadi fokus kita ke depan. Ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan generasi mendatang,” pungkasnya.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Setahun Tidak Direspon, Warga Keluhkan Bangunan ‘Makan Jalan’ di Tanah 600 ke Pemko Medan |
|
|---|
| PT Medan Perberat Hukuman Dosen Pembunuh Suami menjadi 20 Tahun Penjara |
|
|---|
| Kapal KRI Bima Suci Sandar di Belawan, Rico Waas Promosikan Potensi Medan ke Dunia |
|
|---|
| Polrestabes Medan Persangkakan Mr Roberto Dengan Pasal KDRT, Bayu: Terdaftar di Salah Satu Vihara |
|
|---|
| Satres Narkoba Polrestabes Medan Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu Jaringan Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wali-Kota-Medan-Rico-Tri-Putra-Bayu-Waas-menyambut-kedatangan.jpg)