Berita Medan
Lewat Posyandu, Orang Tua Diedukasi Pentingnya Stimulasi Anak Sejak Dini
Salah satu wilayah dampingan program ini berada di Desa Kutadame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat.
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Layanan pengasuhan dan stimulasi dini yang terjangkau serta berkualitas menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.
Pada periode tersebut, Indonesia diproyeksikan menikmati bonus demografi, di mana sekitar 70 persen penduduk berada pada usia produktif (15–64 tahun) yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan program pengasuhan dan stimulasi dini yang mudah diakses dan terstruktur, sehingga seluruh keluarga yang memiliki anak di bawah usia tiga tahun dapat memperoleh layanan pengasuhan dan stimulasi yang berkualitas.
Program peningkatan layanan stimulasi anak usia dini menjadi salah satu fokus utama Tanoto Foundation di Provinsi Sumatera Utara.
Salah satu wilayah dampingan program ini berada di Desa Kutadame, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat.
Saat ini, Tanoto Foundation juga tengah mempersiapkan pelaksanaan program serupa di Kota Medan dan Pematangsiantar.
Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, dalam paparannya menyampaikan bahwa lembaganya berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program, seperti pencegahan stunting, stimulasi dini, peningkatan keterampilan pengasuhan anak, kesehatan ibu dan bayi, serta peningkatan kualitas pendidikan prasekolah.
“Rumah Anak SIGAP merupakan inisiatif berbasis komunitas yang bertujuan mempromosikan layanan stimulasi dini atau pengasuhan yang berkelanjutan dan terjangkau dengan mengoptimalkan potensi lokal,” ujar Medi.
Ia menjelaskan, pendampingan ini menjadi ruang pembelajaran awal untuk menguji pendekatan layanan stimulasi dini sebagai inisiatif percontohan dalam memperkuat peran layanan kesehatan dan membangun ekosistem tumbuh kembang anak yang dijalankan pemerintah daerah.
“Program ini telah berjalan sejak tahun lalu di Kabupaten Pakpak Bharat dan saat ini sedang berproses bersama Badan Perencanaan Daerah di Kota Medan dan Pematangsiantar,” ungkapnya.
Medi menambahkan, pendekatan tersebut memastikan bahwa layanan stimulasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari praktik layanan kesehatan yang terjadwal dan berkelanjutan.
Dalam hal ini, Posyandu berfungsi sebagai ruang edukasi publik untuk membangun pemahaman serta kesadaran orang tua mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak.
Edukasi dilakukan secara berkelanjutan melalui sesi bulanan Posyandu, kegiatan desa, hingga kunjungan rumah, dengan dukungan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang sederhana serta mudah dipahami.
Program layanan ini dilaksanakan melalui sesi stimulasi mingguan berdasarkan kelompok usia anak dengan durasi sekitar 45 menit.
Setiap sesi didampingi oleh fasilitator dan menggunakan modul aktivitas yang dirancang untuk menstimulasi aspek kognitif, bahasa, motorik, sosial-emosional, serta keterampilan dasar anak.
Posyandu
| Kepala Disnaker Medan: 110 Ribu Pencari Kerja Dalam Setahun, Mahasiswa Disiapkan Sejak Dini |
|
|---|
| Cerita Lidya, Agen Lion Parcel di Medan, Tumbuh Berkat Tren Bisnis Fesyen |
|
|---|
| 25 Ruas Jalan Utama Medan Ditarget Tanpa Kabel Semrawut, Rico Waas Ingin Kota Tertata dan Estetik |
|
|---|
| Mobil Grand Max Nyangkut di Pagar Underpass Manhattan, Ban Depan Gantung di Luar |
|
|---|
| Tolak Perobohan Tembok dan Taman, Warga Contempo Medan Rapat dengan Satpol PP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Program-peningkatan-layanan-stimulasi-anak.jpg)