Medan Terkini

Warga Medan Serbu Pasar Murah jelang Lebaran, Berburu Beras hingga Minyak Goreng

Warga Kota Medan menyerbu gerakan pasar murah yang digelar Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Perum Bulog wilayah Sumut

|
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
PASAR MURAH - Warga antre membeli kebutuhan pokok saat gerakan pasar murah yang digelar Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Bulog di Kota Medan, Jumat (13/3/2026). Program ini diserbu masyarakat yang berburu beras, minyak goreng, dan gula dengan harga lebih terjangkau menjelang Lebaran. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Warga Kota Medan menyerbu gerakan pasar murah yang digelar Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Perum Bulog wilayah Sumut, menjelang Hari Raya Idulfitri.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.

Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H. mengatakan, gerakan pasar murah ini bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan pasokan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga.

“Kegiatan ini juga untuk menghindari penimbunan serta sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran gerakan pasar murah secara nasional yang dipimpin Wakapolri bersama Kabalog di Jakarta. Di Sumatera Utara, kegiatan ini akan digelar hingga 31 Desember 2026.

Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah, mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek.

“Hari ini kita sudah mendistribusikan sekitar 15.600 paket beras dengan penerima manfaat lebih kurang 16.400 orang,” katanya.

Dalam pasar murah tersebut, harga kebutuhan pokok yang ditawarkan yakni beras Rp56.500 per 5 kilogram, gula Rp17.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp15.000 per liter.

Salah seorang warga Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan, Yuni (54), mengaku datang setelah mendapatkan informasi dari kepala lingkungan melalui grup warga.

“Tadi dishare di grup lingkungan dari kelurahan kalau harga beras Rp56.500 dan gula Rp17.000,” ujarnya.

Namun saat tiba di lokasi, ia mengaku sempat kecewa karena menemukan adanya perbedaan harga.

“Tapi di sini gula Rp18.000, beras ada yang Rp58.000. Jadi sempat protes kami,” katanya.

Meski demikian, Yuni tetap membeli kebutuhan pokok karena harganya masih lebih murah dibandingkan di pasaran.

“Saya beli dua goni beras, minyak empat, sama gula dua. Ini belinya bareng teman saya,” ucapnya.

Menurutnya, pembelian beras juga dibatasi jumlahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved