Medan Terkini

Trotoar Medan Banyak Rusak, Wali Kota Rico Waas Sentil Kinerja Dinas: Jangan Asal Bangun

Kondisi trotoar di sejumlah ruas jalan di Kota Medan dikeluhkan warga karena banyak yang rusak, tidak rata, hingga dinilai semrawut secara estetika

|
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
TROTOAR MEDAN - Kondisi Trotoar di Kota Medan, di depan Hotel Santika kawasan Balai Kota Medan, Jalan Kapt Maulana Lubis, Jumat (3/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kondisi trotoar di sejumlah ruas jalan di Kota Medan dikeluhkan warga karena banyak yang rusak, tidak rata, hingga dinilai semrawut secara estetika. Satu di antaranya di sekitaran Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, yang notabene salah satu pusat aktivitas warga, Jumat (3/4/2026).

Amatan Tribun-Medan.com batako dan fasilitas pedestrian sudah rusak dan mengganggu pejalan kaki. Batako di trotoar sudah hancur dan berlubang-lubang. 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya perencanaan matang dalam penataan trotoar agar tidak terkesan asal jadi dan cepat rusak.

Kinerja sejumlah dinas yang menanggungjawabi trotoar, taman, dan pedestrian diketahui Dinas Lingkungan Hidup, Dinas SDABMBK (PU), Dinas Perhubungan (urusan Lampu Penerangan Jalan Umum), hingga Dinas Perkimcikataru. 

“Pembangunan Medan harus mempunyai konsep yang benar. Sekali dibangun harus bertahan lama,” tegas Rico Waas saat memimpin rapat penataan trotoar di rumah dinasnya. 

Rico juga mengingatkan jajaran dinas terkait agar tidak menyamaratakan desain trotoar di semua kawasan tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan.

“Perencanaan itu harus menyesuaikan kondisi di lapangan. Jangan dipaksakan sama semua, tetapi lihat per blok dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya di hadapan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan sejumlah pimpinan OPD.

Ia bahkan secara tegas meminta peningkatan kualitas pembangunan trotoar di Kota Medan, baik dari sisi fungsi maupun tampilan.

“Jangan lagi kita bangun trotoar biasa. Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik,” katanya.

Rico juga menekankan agar pembangunan trotoar tidak hanya sekadar jalur pejalan kaki, tetapi harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Mulai dari material yang kuat, sistem drainase yang baik, pencahayaan, hingga akses ramah bagi penyandang disabilitas.

“Trotoar itu bukan sekadar jalan kaki. Harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar proyek tidak dilakukan terburu-buru tanpa perencanaan detail karena justru dapat merugikan masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya menutup jalan tanpa perencanaan yang baik. Masyarakat jadi tidak nyaman,” tegasnya.

Warga Keluhkan Trotoar Rusak dan Tidak Nyaman

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved