Temuan Mayat di Indekos Medan

Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Dalam Kosan, Korban Sempat Telepon Orangtua dan Ngaku Sakit

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun yang mendatangi kost korban di Jalan Rela.

|
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
MAYAT WANITA DI INDEKOS - Ratusan orang memadati sekitar lokasi Sinaga Kos, tempat diduga MA boru Naibaho mahasiswi Unimed ditemukan tidak bernyawa, Kamis malam (12/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Malam yang seharusnya tenang dan sunyi malah digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan yang diketahui bernama Maria Agustina Naibaho (22).

Maria diperkirakan sudah meninggal selama 4 hari di dalam kamar kost.

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun yang mendatangi kost korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 20.00 WIB.

Karena tidak adanya sahutan dari dalam kamar dan pintu dalam keadaan terkunci, Sanggam kemudian menyuruh kedua temannya untuk mendobrak pintu kamar korban.

Saat pintu terbuka, Sanggam menemukan korban sudah meninggal dunia dan tercium bau busuk dari kamar korban.

Kemudian Sanggam dan temannya kemudian memanggil Ibu Kost dan melaporkan kepada Pihak Kelurahan dan Polsek Medan Tembung.

Mendapatkan informasi, petugas Polsek Medan mengerahkan Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang dan Pawas Polsek Medan Tembung Aiptu Rahmad Sadikin serta Tim INAFIS Polrestabes Medan ke TKP. 

Kemudian, Tim INAFIS Polrestabes Medan membawa jenazah Maria ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan membenarkan adanya mayat seorang wanita di Jalan Rela,Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung.

Ia mengatakan bahwasa hari ini jenazah Maria Agustina Naibaho akan dilakukan autopsi di rumah sakit Bhayangkara Medan.

"Hari ini diautopsi jenazahnya, kita belum tau, perkiraan kami korban ada riwayat sakit, pukul 10.00 WIB akan dilakukan autopsi," ucap Kompol Ras Maju Tarigan saa di dikonfirmasi Tribun Medan via WhatsApp, Jum'at (13/3/2026).

Kompol Ras Maju Tarigan mengatakan di jenazah korban tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Diketahui pada Selasa (10/3/2026), korban terakhir kali berkomunikasi dengan orangtuanya yang berada di kampung dan mengatakan ia sedang sakit.

"Jadi korban itu masih ngomong sama mamanya dibilang demam," lanjutnya.

Lebih lanjut, Kompol Ras Maju Tarigan menjelaskan mengenai kondisi fisik korban di bagian perut membesar dan kepala serta kedua tangan mulai membiru bahwa jenazah korban hampir kurang lebih 4 hari di dalam kamar.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved