Ramadan 2026

Jelang Lebaran, Permintaan Parsel di Medan Meningkat hingga 50 Persen

Permintaan parsel Lebaran di Kota Medan mulai mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri .

|
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
PARCEL LEBARAN - Pekerja mengemas parcel lebaran untuk pesanan pembeli di Medan, Kamis (12/3/2026). Penjualan mulai meningkat jelang Lebaran hingga 50 persen. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Permintaan parsel Lebaran di Kota Medan mulai mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri tahun 1447H/2026. 

Benny, pemilik Alizka Parcel yang beralamat di Jalan Karya Bakti, mengungkapkan pesanan datang dari berbagai kalangan, mulai dari pemilik toko, perorangan hingga koperasi.

Menurutnya, mayoritas pemesan berasal dari Kota Medan. Namun, ada juga pesanan dari luar daerah yang biasanya dilakukan melalui aplikasi pesan singkat. Bahkan, pihaknya sempat menerima permintaan pengantaran hingga ke daerah Sarang.

“Kalau yang dari luar kota biasanya pesan lewat WhatsApp. Kemarin ada juga yang minta diantar ke daerah Sarang,” ujarnya.

Dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat, pihaknya tidak menetapkan target jumlah parsel yang diproduksi setiap hari. Mereka memilih menyiapkan stok barang terlebih dahulu, lalu merakit parsel sesuai pesanan yang masuk.

“Kita nggak pernah hitung berapa yang disebar per hari, karena permintaan tidak bisa diprediksi. Kita sediakan stok, kalau habis ya buat lagi. Orang pesan baru kita buat,” jelas Benny.

Harga parsel yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp3 juta per paket. Isi parsel umumnya berupa berbagai produk makanan dan minuman yang menjadi kebutuhan Lebaran.

Dibandingkan tahun lalu, Benny menyebut penjualan parsel tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh perpindahan lokasi toko ke tempat yang lebih strategis dengan area parkir lebih luas sehingga lebih mudah terlihat oleh calon pembeli.

“Sekarang lebih gampang dilihat dan dijangkau. Banyak pembeli baru yang datang karena mereka lihat toko kita saat mau masuk ke supermarket,” katanya.

Ia memperkirakan peningkatan pemesanan mencapai sekitar 20 hingga 30 persen pada awal Ramadan. Namun, melihat kondisi stok yang saat ini lebih cepat habis dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan tersebut berpotensi mencapai hingga 50 persen.

“Kalau tahun lalu di hari seperti ini stok masih banyak. Sekarang di toko sudah kosong, kita harus rakit di rumah dulu baru dibawa ke toko,” pungkasnya.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved