Berita Medan
Hasil Demo Pedagang Babi Berujung Damai, SE akan Disempurnakan: Kita Janji Jaga Kebersihan
Pemko Medan menerima aspirasi masyarakat untuk menyempurnakan isi Surat Edaran untuk pedagang daging non-halal (26/2/2026)
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Protes warga dan komunitas pedagang babi di Kota Medan atas Surat Edaran Wali Kota terkait tata kelola limbah pedagang daging non-halal mencapai titik kesepakatan damai.
Pemko Medan menerima aspirasi masyarakat untuk menyempurnakan isi Surat Edaran untuk pedagang daging non-halal (26/2/2026)
Suasana yang sempat memanas di depan kantor Pemko Medan akhirnya berakhir damai.
Sejumlah pedagang daging babi yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa memilih pulang dengan tenang setelah tercapai kesepakatan bersama dengan pemerintah kota jelang petang.
Sejak siang, massa yang terdiri dari pedagang dan perwakilan komunitas penjual daging babi menyampaikan aspirasi mereka terkait Surat Edaran Wali Kota Medan tentang penataan lokasi dan pengelolaan limbah penjualan daging non-halal.
Bagi para pedagang, surat edaran tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena dianggap sebagai bentuk pembatasan usaha. Namun setelah dilakukan dialog dan musyawarah bersama unsur pemerintah dan Forkopimda, kesalahpahaman mulai mencair.
Pertemuan yang dihadiri perwakilan Pemko Medan, Wakil Wali Kota, Zakiyuddin Kapolres Kombes Calvijn serta unsur Forkopimda itu menghasilkan kesepakatan untuk menyempurnakan isi surat edaran agar lebih jelas dan tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat.
Perwakilan pedagang mengaku lega karena aspirasi mereka didengar.
Mereka juga menyatakan komitmen untuk mematuhi aturan yang telah disepakati, terutama terkait pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan.
“Pada pokoknya yang sebenarnya Wali Kota Medan dapat menerima aspirasi kita tentang keberadaan kita, keresahan kita. Beliau bersedia menyempurnakan agar jangan seakan-akan memberatkan kelompok kita. Itu akan disempurnakan dan menyeluruh,” ujar salah seorang perwakilan pedagang usai pertemuan.
Kesepakatan tersebut menjadi jalan tengah antara pemerintah dan pedagang. Pemko Medan menerima berbagai masukan untuk penyempurnaan Surat Edaran, sementara pedagang berkomitmen mengikuti aturan penataan yang akan ditetapkan.
M. Tobing mengatakan ini langkah yang sangat bijaksana untuk kita semua. SE akan ditarik dan disempurnakan.
"Perjuangan kita berhasil. Mantap. Hari ini ditarik besok kita duduk bersama Wali Kota Medan menyempurnakan," katanya.
"Kita akan dijamin Kapolresta. Menjamin keamanan pedagang dan konsumen mulai hari ini dan seterusnya. Kita janji jaga kebersihan," kata perwakilan warga Boydo.
Aksi yang sebelumnya diwarnai orasi menggunakan pengeras suara di atas kendaraan terbuka itu pun berakhir tertib.
Pedagang Babi
| 13 Fitur AI Diperkenalkan, Permudah Mobilitas hingga Pengelolaan Usaha |
|
|---|
| Penjaga Malam Dibacok Geng Motor Usai Kejar Pelaku Perampasan Tas, Kini Dirawat di RS Eshmun |
|
|---|
| Gowes ke Kantor, Rico Waas Beri Pesan Surat Edaran Tentang Transformasi Budaya Kerja ASN |
|
|---|
| Kepala Disnaker Medan: 110 Ribu Pencari Kerja Dalam Setahun, Mahasiswa Disiapkan Sejak Dini |
|
|---|
| Cerita Lidya, Agen Lion Parcel di Medan, Tumbuh Berkat Tren Bisnis Fesyen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-yang-sempat-memanas-di-depan-kantor-Pemko.jpg)