Berita Medan

Mahasiswa Sastra Jepang USU Jadi Korban Percobaan Pembegalan Modus Anggota Polisi

Saat itu, Farhan yang baru saja selesai pulang dari tempat kerja sampingannya bersama temannya hendak kembali ke kosnya.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
IST
MODUS JADI POLISI - Mahasiswa jurusan sastra Jepang Universitas Sumatera Utara Farhan Arisy Pakpahan, dipiting oleh salah satu pelaku dugaan pembegalan yang bermodus jadi anggota polisi, di seputar Pajak USU, Jumat (13/2/2026) lalu. Farhan diberhentikan oleh dua orang pria yang mengenakan jaket Ojol usai mengantar temannya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Farhan Arisy Pakpahan, dikabarkan hampir menjadi korban aksi pembegalan yang dilakukan dua orang pria.

Berdasarkan penuturan Farhan, aksi percobaan pembegalan yang dialaminya itu terjadi pada Jumat (13/2/2025) tengah malam. 

Saat itu, Farhan yang baru saja selesai pulang dari tempat kerja sampingannya bersama temannya hendak kembali ke kosnya.

Namun, seusai kembali mengantarkan temannya di kawasan Pajak USU (Pajus) di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, ia langsung dipepet oleh dua orang pria berpakaian Ojek Online (Ojol). 

"Pas saya putar balik setelah ngantar kawan, saya mau balik ke kos. Di sana ada dua orang yang langsung mencegat saya. Satu orang ngambil kunci, satu orang langsung miting," ujar Farhan, Selasa (24/2/2026). 

Diungkapkan mahasiswa jurusan Sastra Jepang ini, saat itu kedua pria yang mengenakan jaket Ojol itu mengaku sebagai anggota polisi.

Karena merasa tak memiliki salah, dirinya mengaku langsung mencoba kabur dan berteriak jika ia akan dibegal oleh kedua pria tersebut. 

"Ayo ikut, kami polisi, gitu katanya. Tapi habis saya teriak begal, orang itupun teriak balik bilang saya pelaku pemerkosa anak di bawah umur," ungkapnya. 

Akibat mendengar Farhan ataupun dua pria tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berkerumun untuk melihat apa yang terjadi.

Karena mendengar teriakan dari dua pria yang mengaku polisi itu, warga spontan emosi dan langsung mengejar Fajar karena tuduhan sebagai pelaku pemerkosa anak. 

"Habis itu saya dapat, terus sama si pelaku (jaket Shopee) saya dipukul di bagian perut, diancam juga pakai obeng. Saya mau dibawa lah, ke motor yang lain," katanya. 

Tak berselang lama, dari kerumunan warga datang seorang pria berperawakan tegap dengan rambut cepak.

Dikatakannya, pria yang diduga sebagai oknum tentara itu langsung mencari informasi kejadian ini dan sempat menginterogasi Farhan. 

Karena berontak, ia mengaku sempat dipukul oleh pria berambut cepak itu dan rencana akan dibawa ke Kepala Lingkungan (Kepling) setempat.

Namun, di saat itu ia sempat melihat dua pria yang awalnya mengaku sebagai polisi sudah tak berada di lokasi. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved