TRIBUN WIKI

Jadwal Puasa Muhammadiyah atau Awal Puasa Ramadhan 1447 Hijriah

Muhammadiyah menetapkan jadwal puasa Ramadhan 1447 Hijriah dimulai pada 18 Februari 2026.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
wartamu
PENETAPAN PUASA- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat menggelar konfrensi pers terkait penetapan awal Ramadhan. 

Ringkasan Berita:
  • Muhammadiyah menetapkan jadwal puasa Ramadhan 1447 Hijriah lebih awal berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal berbasis Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
  • Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dan Idulfitri 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026
  • Penetapan tersebut mengacu pada Pedoman Hisab Muhammadiyah yang menggabungkan dalil Al-Qur’an, hadis, fikih, dan astronomi modern

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Muhammadiyah sejak jauh hari sudah menetapkan jadwal puasa 1447 Hijriah.

Dalam hal ini, Muhammadiyah mengacu pada hisab hakiki wujudul hilal berbasis Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Hisab hakiki wujudul hilal adalah metode perhitungan astronomis akurat (hisab hakiki) yang digunakan Majelis Tarjih Muhammadiyah untuk menentukan awal bulan Hijriah berdasarkan keberadaan (wujud) hilal di atas ufuk saat matahari terbenam.

Baca juga: Menggabung Niat Puasa Nisfu Syaban dengan Puasa Qadha Apa Bisa? Ini Penjelasan UAS

BERDOA- Ilustrasi ayah dan dua anaknya sedang berdoa untuk bersiap berbuka puasa.
BERDOA- Ilustrasi ayah dan dua anaknya sedang berdoa untuk bersiap berbuka puasa. (Pinterest/Alhannah Islamic Clothing)

Metode ini mengacu pada gerak faktual Bulan sebagai benda langit, dengan kriteria utama: ijtima' (konjungsi Bulan-Matahari) telah terjadi sebelum matahari terbenam, matahari terbenam lebih dulu daripada Bulan, dan piringan atas Bulan sudah di atas ufuk saat itu (minimal 0,1°).

Berkenaan dengan penetapan jadwal puasa Ramadhan 1447 Hijriah, Muhammadiyah bersandar pada Pedoman Hisab Muhammadiyah, menggabungkan ayat Al-Qur'an (QS. Yasin:39-40), hadis, fikih, dan astronomi modern untuk kepastian lebih tinggi daripada metode imkan rukyat.

Baca juga: Pernah Tinggal Puasa Ramadhan? Segera Qadha di Bulan Syaban Agar Dapat 3 Pahala

Sehingga Muhammadiyah berkeyakinan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026.

"Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025, diputuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M," tulis kabar yang dimuat Suara Muhammadiyah.

Sementara itu, Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.

Lalu, bagaimana dengan pemerintah?

Baca juga: Libur Sekolah Februari 2026, Ada Imlek dan Puasa Ramadhan

SAHUR- Ilustrasi sebuah keluarga yang tengah melaksanakan sahur untuk menjalankan ibadah puasa di esok hari.
SAHUR- Ilustrasi sebuah keluarga yang tengah melaksanakan sahur untuk menjalankan ibadah puasa di esok hari. (Pinterest)

Pemerintah kemungkinan akan menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada 19 Februari 2026.

Sebab, pemerintah (Kemenag) mengandalkan rukyatul hilal dan sidang isbat dengan kriteria MABIMS.

MABIMS adalah singkatan dari Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Forum ini dibentuk pada 1988 untuk menyamakan penentuan awal bulan Hijriah melalui kriteria hisab imkan rukyat, yang mempertimbangkan potensi hilal terlihat dengan mata telanjang berdasarkan sudut elongasi minimal 3°, tinggi hilal 6', dan lebar piringan Bulan 4' (MABIMS 3-6-4).

Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Mari Hitung Mundur

Jadwal Harian Puasa Ramadan 1447 H

  • 18 Februari 2026 (1 Ramadan 1447, Rabu)
  • 19 Februari 2026 (2 Ramadan 1447, Kamis)
  • 20 Februari 2026 (3 Ramadan 1447, Jumat)
  • 21 Februari 2026 (4 Ramadan 1447, Sabtu)
  • 22 Februari 2026 (5 Ramadan 1447, Minggu)

Baca juga: Resep Smootijer, Minuman Segar Buka Puasa Perbaiki Hidrasi Ginjal

  • 23 Februari 2026 (6 Ramadan 1447, Senin)
  • 24 Februari 2026 (7 Ramadan 1447, Selasa)
  • 25 Februari 2026 (8 Ramadan 1447, Rabu)
  • 26 Februari 2026 (9 Ramadan 1447, Kamis)
  • 27 Februari 2026 (10 Ramadan 1447, Jumat)
  • 28 Februari 2026 (11 Ramadan 1447, Sabtu)
  • 1 Maret 2026 (12 Ramadan 1447, Minggu)

Baca juga: Resep Yogurt Sehat Menu Diet, Cocok untuk Buka Puasa di Rumah

  • 2 Maret 2026 (13 Ramadan 1447, Senin)
  • 3 Maret 2026 (14 Ramadan 1447, Selasa)
  • 4 Maret 2026 (15 Ramadan 1447, Rabu)
  • 5 Maret 2026 (16 Ramadan 1447, Kamis)
  • 6 Maret 2026 (17 Ramadan 1447, Jumat)
  • 7 Maret 2026 (18 Ramadan 1447, Sabtu).
  • 8 Maret 2026 (19 Ramadan 1447, Minggu)

Baca juga: Resep Es Kelapa Muda Jelly Love, Sajian Buka Puasa yang Menyegarkan

  • 9 Maret 2026 (20 Ramadan 1447, Senin)
  • 10 Maret 2026 (21 Ramadan 1447, Selasa)
  • 11 Maret 2026 (22 Ramadan 1447, Rabu)
  • 12 Maret 2026 (23 Ramadan 1447, Kamis)
  • 13 Maret 2026 (24 Ramadan 1447, Jumat)
  • 14 Maret 2026 (25 Ramadan 1447, Sabtu)

Baca juga: Es Lumut Durian, Menu Buka Puasa yang Menyegarkan Tenggorokan

  • 15 Maret 2026 (26 Ramadan 1447, Minggu)
  • 16 Maret 2026 (27 Ramadan 1447, Senin)
  • 17 Maret 2026 (28 Ramadan 1447, Selasa)
  • 18 Maret 2026 (29 Ramadan 1447, Rabu)
  • 19 Maret 2026 (30 Ramadan 1447, Kamis)
BUKA PUASA- Ilustrasi umat muslim saat bersiap melaksanakan buka puasa di bulan Ramadhan.
BUKA PUASA- Ilustrasi umat muslim saat bersiap melaksanakan buka puasa di bulan Ramadhan. (Pinterest)

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved