Berita Medan

Terinspirasi Bencana, Siswa Sampoerna Academy Medan Pamerkan Amphibious Vehicle di STEAM Expo 2026

Kendaraan amfibi ini dirancang sebagai alat bantu misi penyelamatan dan distribusi logistik, terutama saat akses darat terputus akibat banjir. 

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
INOVASI- Prof. Dr.phil. Saiful Akmal, M.A selaku perwakilan dari ALMI sekaligus Direktur International Office, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Mustafa Guvercin selaku School Director Sampoerna Academy, dan Harish Kumar Gupta selaku Curriculum Head of Science Sampoerna Academy menyaksikan demonstrasi proyek STEAM Aaron Painan (Siswa Grade 4) yang dinamakan Amphibious Vehicle 

 TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Proyek STEAM bertajuk “Amphibious Vehicle” karya Aaron Painan, siswa Grade 4 Sampoerna Academy Medan, menjadi salah satu inovasi yang mencuri perhatian dalam STEAM Expo 2026. 

Terinspirasi dari berbagai bencana alam yang kerap melanda wilayah Sumatra, khususnya banjir dan kondisi daerah terisolasi, Aaron merancang sebuah kendaraan amfibi yang mampu beroperasi di darat maupun di air.

Kendaraan amfibi ini dirancang sebagai alat bantu misi penyelamatan dan distribusi logistik, terutama saat akses darat terputus akibat banjir. 

Melalui proyek ini, Aaron memadukan konsep Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dengan pendekatan pemecahan masalah nyata di masyarakat. 

Desain kendaraan mempertimbangkan stabilitas, daya apung, serta kemampuan manuver di dua medan berbeda, sehingga dapat menjangkau wilayah terdampak secara lebih efektif.

Proyek Amphibious Vehicle tidak hanya mencerminkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis seorang siswa sekolah dasar, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap isu kemanusiaan dan kebencanaan. 

Inovasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran STEAM mampu menumbuhkan empati sekaligus solusi aplikatif sejak usia dini.

Sampoerna Academy kembali menyelenggarakan STEAM Expo 2026 “Inventing Tomorrow” secara serentak di seluruh kampus pada 30-31 Januari 2026. 

Berkolaborasi dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran STEAM sekaligus menegaskan pentingnya transformasi pendidikan yang berpusat pada siswa, bersifat eksploratif, serta berorientasi pada solusi nyata.
 
Melihat tantangan-tantangan saat ini yang semakin kompleks, kontekstual, bahkan terus berubah, Kelly M. Wailes selaku Principal of Sampoerna Academy Citra Medan menegaskan pentingnya siswa untuk harus siap menjawab tantangan tersebut dengan solusi yang digagas dan digerakkan oleh siswa (student-led solutions).
 
“Inovasi yang digagas dan digerakkan oleh siswa menjadi penting, karena solusi masa depan tidak bisa diturunkan hanya dari teori atau arahan pengajar saja.

Siswa perlu mengalami langsung bagaimana sebuah ide diuji, diperbaiki, dan diwujudkan melalui proses nyata.

Melalui pembelajaran STEAM berbasis proyek, kami memberi siswa kepemilikan atas proses belajar mereka di mana mereka tidak hanya mengerjakan tugas, tapi juga ikut serta dalam mengidentifikasi masalah, merancang solusi, bereksperimen, bahkan belajar dari kegagalan.

Pendekatan ini membentuk pola pikir inovatif di mana siswa terbiasa berpikir solutif, bertanggung jawab atas ide mereka, dan memahami bahwa inovasi adalah suatu proses, bukan hasil yang instan,” jelas Kelly.
 
Setiap tahunnya, para siswa Sampoerna Academy, baik dalam kelompok maupun individu, ditantang untuk berinovasi dengan menerapkan ilmu yang didapatkan selama pembelajaran di sekolah dan beberapa karya terpilih akan dipamerkan saat penyelenggaraan STEAM Expo.

Melalui tema “Inventing Tomorrow”, penyelenggaraan STEAM Expo tahun ini tidak sekadar memamerkan karya-karya siswa saja, tapi juga menjadi solusi yang lahir dari proses belajar yang digagas dan digerakkan oleh siswa sendiri. Sehingga, membentuk mereka sebagai inovator dan pemecah masalah di masa depan.

Tahun ini, Sampoerna Academy berkolaborasi dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan STEAM Expo 2026.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembelajaran dengan menghadirkan perspektif sains dan riset, sekaligus menjembatani dunia pendidikan dengan komunitas ilmuwan dan peneliti.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved