Berita Medan

Konjen Tiongkok Segerakan Rute Penerbangan Guangzhou dan Medan

Rute penerbangan langsung ini juga akan berdampak dengan kerjasama berbagai bidang antara Tiongkok dan Indonesia.

Editor: Ayu Prasandi
IST
DISKUSI - Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan Huang He saat diskusi dengan perwakilan media di wilayah kerja konsuler pada Senin (19/01/2026). 

MEDAN, TRIBUN-MEDAN.com - Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan Huang He mendorong segera terealisasinya rute penerbangan langsung tujuan Guangzhou dan Medan sebagai upaya untuk meningkatkan kerjasama antara dua wilayah. 

“Sesegera mungkin, guna mempersingkat waktu perjalanan antara kedua kota secara efektif dan lebih lanjut mendorong pengembangan pariwisata serta pertukaran antar masyarakat,” kata Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan Huang He saat diskusi dengan perwakilan media di wilayah kerja konsuler pada Senin (19/01/2026).

Rute penerbangan langsung ini juga akan berdampak dengan kerjasama berbagai bidang antara Tiongkok dan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Huang He memperkenalkan program "Rencana Lima Tahun Kelima Belas" di negaranya.

Program ini memberikan peluang baru bagi kerja sama Tiongkok-Indonesia, serta menyambut lebih banyak perusahaan Indonesia untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di Tiongkok. 

Ia memperkenalkan kebijakan pemberlakuan sistem kepabeanan tertutup di Pelabuhan Bebas Hainan.

Huang He mengambil contoh perusahaan sarang burung walet Indonesia yang beroperasi di Hainan. 

Perusahaan Indonesia mengekspor bahan mentah sarang burung walet ke Hainan untuk diproses dan dikemas, kemudian memasuki pasar Tiongkok. 

Dia berharap media di wilayah konsulat dapat meningkatkan pelaporan terkait kebijakan tersebut, membantu perusahaan menangkap peluang kerja sama. 

“Pemerintah Tiongkok dan perusahaan-perusahaan Tiongkok tidak memiliki prasyarat apa pun dalam bekerja sama dengan Indonesia, dan dengan tegas mendukung pembangunan dan pengembangan negara Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Huang He mengucapkan selamat kepada Indonesia yang telah secara resmi menjadi anggota BRICS dan New Development Bank (NDB). 

Sejak 2025, Indonesia telah memperdalam kerja sama dengan BRICS dengan mengadopsi pendekatan dua jalur yaitu menjadi negara mitra dan menjadi anggota NDB. 

Bergabung dengan NDB akan membantu Indonesia mendapatkan akses ke dukungan pembiayaan di bidang infrastruktur, energi hijau, dan konektivitas digital.

Huang He juga meninjau kembali pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada bulan September 2025 di mana mereka mencapai kesepakatan penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional serta memperdalam kerja sama di berbagai bidang. 

Pada Mei 2025, lanjutnya, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang mengunjungi Indonesia dan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di mana kedua negara menandatangani beberapa perjanjian kerja sama. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved