Sumut Terkini

Huntara di Sumut Ditargetkan Rampung Akhir Januari, Begini Kata BNPB

Kepala BNPB Suharyanto menargetkan seluruh pembangunan hunian sementara (Huntara) rampung akhir Januari 2025. 

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Suasana Rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Provinsi Sumatera Utara bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Kepala BNPB Suharyanto, dan sejumlah pejabat lainnya di Kantor Gubernur Sumut, Senin (12/1/2026) BNPB targetkan sebelum ramadan penyintas banjir sudah tidak ada lagi tinggal di pengungsian. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Suharyanto menargetkan seluruh pembangunan hunian sementara (Huntara) rampung akhir Januari 2025. 

Sehingga kata Suharyanto, tidak adalagi penyintas banjir yang tinggal di pengungsian selama Ramadan atau bulan puasa berlangsung. 

Dijelaskannya, ada 3 kabupaten yang mendapatkan pembangunan Huntara di Sumut. Yakni Tapteng, Tapsel dan Taput. 

"Ada 1049 Huntara yang akan dibangun di 3 labupaten/kota Sumut yakni 40 unit di Taput, 209 unit di Tapteng dan 800 unit di Tapsel. Tidak ada lagi puasa yang yang tinggal di pengungsian," jelasnya, Senin (12/1/2026). 

Menurutnya, untuk penyintas banjir yang tidak mengajukan Huntara, akan mendapatkan Dana Tunggu Hunian (DTH) .

"Bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat mereka memilih tinggal di tempat sanak saudaranya akan memperoleh dana hunian. Mulai dari Desember, Januari, Februari dan sebagian sudah dibayarkan," ucapnya.

Pembagian DTH, kata Suharyanto sudah dilakukan untuk warga yang sudah kembali mendaftar ke Dukcapil maupun sudah mendapatkan surat keterangan dari kepala desa.

"Sementara kabupaten/kota yang lainnya tidak mengajukan huntara, sehingga masyarakat yang rumahnya rusak berat ini mendapat dana hunian," jelasnya.  

Diketahui, berdasarkan data BPBD Sumut, ada 18 Kabupaten/kota terdampak bencana. Jika ditotalkan, rumah yang mengalami rusak ringan capai 18.827 unit. Rusak ringan, 3.654 unit dan rusak berat 5.149 unit. 

Sementara yang hilang 937 unit rumah. Total kerugian diprediksi 2,5 T.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved