Anak Kepling di Medan Tewas

BREAKINGNEWS: Penikaman Anak Kepling di Medan Sunggal hingga Tewas, Sempat Terlibat Cekcok

Menurut keterangan Orita, peristiwa itu terjadi saat dirinya belum tidur dan mendengar suara teriakan minta tolong dari arah belakang rumahnya.

|
TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
Orita Hutauruk tetangga melihat korban Rio Ade Nugraha (20) memegang dibagian dada tepatnya di hulu hati, darah sudah berceceran dimana mana, di Jalan Rudi, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (15/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Orita Hutauruk, tetangga menceritakan kronologis peristiwa nahas yang menimpa Rio Ade Nugraha (20), anak Kepala Lingkungan (Kepling) XI, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, yang tewas akibat penikaman.

Menurut keterangan Orita, peristiwa itu terjadi saat dirinya belum tidur dan mendengar suara teriakan minta tolong dari arah belakang rumahnya.

Ia kemudian keluar untuk mencari sumber suara tersebut.

Sesampainya di luar rumah, Orita melihat Rio sudah berada di depan rumah neneknya dalam kondisi terluka parah.

“Saya dengar teriakan minta tolong. Begitu keluar, saya lihat korban memegang dada, tepatnya di bagian ulu hati,” ujarnya.

Baca juga: 12 Calon Direksi Perumda Medan Belum Juga Dilantik padahal Sudah Lulus Seleksi Tahap Akhir

Baca juga: Kirun Kontraktor Penyuap Kadis PUPR Sumut Topan Ginting Tak Ajukan Banding

Baca juga: PPM Studi S3 Kedokteran USU Edukasi Masyarakat Pancur Batu Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal

Orita kemudian menanyakan apa yang terjadi kepada korban.

“Saya tanya, ‘Kenapa, Yo?’ Dia jawab, ‘Aku ditikam Arif, Bu.’ Saksi banyak, warga sini juga tahu,” katanya.

Mendengar pengakuan itu, Orita segera memanggil ayah korban yang juga Kepling XI.

“Saya panggil bapaknya, ‘Pak Kep, Pak Kep, anakmu ditikam!’,” ucapnya.

Namun saat pintu rumah kepling diketuk, tidak ada jawaban dari dalam.

Orita kemudian kembali ke lokasi kejadian di Gang Musala.

Ketika kembali bertemu dengan korban, kondisi Rio semakin melemah hingga akhirnya terjatuh ke tanah.

“Saya lihat korban sudah sempoyongan lalu jatuh. Itu sudah bahaya, jadi saya gedor-gedor pintu rumah warga supaya korban segera dibawa ke rumah sakit,” kata Orita saat ditemui di kediamannya, Senin (15/12/2025).

Tak lama kemudian, Kepling XI keluar dari rumah setelah mendengar keributan.

Namun, alih-alih langsung menghampiri korban, ia justru menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penikaman dan saat itu sudah dikerumuni massa.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved