Anak Kepling di Medan Tewas

Kronologi Penikaman Anak Kepling di Medan Sunggal, Pelaku Buang Sajam dan Kabur Pakai Ojol

Rio menjadi korban penusukan pelaku bernama Arief Al Kurniawan tepat di bagian dada, ulu hati, pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.

|
TRIBUN MEDAN/HAIKAL FARIED
KORBAN PEMBUNUHAN - Kepala Lingkungan XI, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Iwan Lesamana (47) mengenang foto semasa hidupnya saat ditemui di kediamannya, Senin (15/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kisah tragis menimpa Iwan Lesamana (47), Kepala Lingkungan (Kepling) XI, Kecamatan Medan Sunggal, setelah anak pertamanya, Rio Ade Nugraha (20), tewas ditikam oleh seorang pria yang merupakan mantan warga lingkungannya.

Rio menjadi korban penusukan pelaku bernama Arief Al Kurniawan tepat di bagian dada dan ulu hati, pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kronologi Malam Kejadian, dari Cekcok ke Penikaman

1. Teguran Berujung Cekcok Menurut Kepling Iwan Lesamana dan warga, cekcok dipicu oleh teguran Rio kepada Arief. Arief yang merupakan mantan warga Lingkungan XI sering kembali ke kampung dan meresahkan.

"Tolonglah, Rif, jangan berbuat yang tidak-tidak di kampung ini, karena kan Bapakku Kepala Lingkungan," tiru Iwan, mengulang teguran Rio.

Warga setempat, Orita Hutauruk, membenarkan bahwa Arief dikenal sering menipu tukang becak motor (Bentor) dan driver ojek online (Ojol) tanpa membayar.

"Jadi, si Rio ini bilang, 'Bang, jangan kayak gitu. Bayarlah, kasihan orang tua.' Dari situlah mulai ada cekcok-cekcoknya," ucap Orita. Rio kemudian menyuruh Arief pergi: "Sanalah, jangan kemari, jangan bikin rusuh di kampung ini. Bapakku Kepling, hargailah."

2. Duel di Pinggir Sungai Malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Rio bersama temannya berkumpul di dekat rumahnya, lalu berpindah tempat ke pinggir sungai. Rupanya, di sana Rio kembali berpapasan dengan Arief dan menyuruhnya pergi.

Menurut keterangan Orita, Arief yang mengeyel memicu pertengkaran. Adik Rio yang nomor tiga sempat mendengar keributan dan mencoba membantu, namun sempat dipisah. Setelah dipisah, keduanya berduel. Rio mengajak berkelahi adu pukulan, tetapi Arief ternyata membawa senjata tajam.

"Darahnya ini, sudah banyak lah. Saya pun tidak berani (mendekat). Mungkin entah kehabisan darah dia makanya jatuh," kata Orita.

3. Korban Minta Tolong Rio yang terluka parah berlari ke depan rumah neneknya untuk meminta pertolongan.

"Nek, Nek, Nek! Saya dengar sama beberapa warga langsung keluar. Saya lihat, korban memegang di bagian dada tepatnya di ulu hatinya," tutur Orita.

Saat ditanya, Rio menjawab, "Aku ditikam Arief, Bu,". Orita pun langsung memanggil Kepling Iwan: "Pak Kep, Pak Kep, anakmu ditikam!"

Reaksi Sang Ayah dan Penangkapan Pelaku
Iwan Lesamana, yang sudah terlelap tidur, terbangun mendengar suara keributan di depan rumahnya dan suara samar-samar anak kedua yang mengatakan Rio ditikam Arief.

Namun, alih-alih menghampiri korban, Iwan langsung mengejar pelaku.

"Di situ saya langsung bangun dan bereaksi. Pas tetangga saya (Bu Orita) ini bilang 'Kepung si Arief', saya tidak menuju anak saya lagi, langsung saya ke jalan PDAM Tirtanadi, bersama warga mengejar si pelaku," ujar Kepling Iwan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved