Anak Kepling di Medan Tewas

Pelaku Penikaman Anak Kepling di Medan Sunggal Diamankan, Polisi Masih Mendalami Motifnya

Korban Rio Ade Nugraha tewas setelah mengalami luka tusukan di bagian dada tepatnya di ulu hati.

|
TRIBUN MEDAN/HAIKAL FARIED
KORBAN PEMBUNUHAN - Kepala Lingkungan XI, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Iwan Lesamana (47) mengenang foto semasa hidupnya saat ditemui di kediamannya, Senin (15/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal telah mengamankan pelaku penikaman terhadap Rio Ade Nugraha (20), anak pertama dari Kepala Lingkungan (Kepling) XI, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Korban Rio Ade Nugraha tewas setelah mengalami luka tusukan di bagian dada tepatnya di ulu hati dan nyawanya tidak tertolong saat dilarikan ke Rumah Sakit Bina Kasih.

Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat membenarkan bahwa pelaku yang diidentifikasi sebagai Arief Al Kurniawan ditangkap setelah mencoba kabur menggunakan ojek online (Ojol).

"Saat ini kita sudah mengamankan pelaku penikaman terhadap korban anak dari Kepling XI," ucap Kompol Bambang Gunanti Hutabarat saat dikonfirmasi Tribun Medan, Senin (15/12/2025).

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif pasti penikaman yang berujung kematian korban.

"Kita masih mendalami motif dari penikaman itu," ujarnya.

Kronologi Malam Tragis versi Saksi dan Ayah Korban

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 22.30 WIB. Suasana malam yang sunyi berubah mencekam setelah Rio ditikam Arief.

Orita Hutauruk, seorang warga yang menjadi saksi kunci menceritakan bahwa ia mendengar suara minta tolong dari belakang rumahnya.

"Nek, Nek, Nek!" Rio berteriak sambil berlari ke depan rumah neneknya. Orita dan beberapa warga yang keluar melihat korban memegang bagian dada tepat di ulu hatinya.

"Aku ditikam Arief, Bu," kata Rio kepada Orita, sebelum akhirnya mulai lemas dan sempoyongan hingga terjatuh di tanah. Orita segera memanggil ayah korban, Iwan Lesamana (47), yang sedang tertidur.

1. Pemicu: Teguran karena Meresahkan Menurut Iwan Lesamana dan Orita, cekcok bermula karena Rio berulang kali menegur Arief yang merupakan mantan warga lingkungan XI agar tidak berbuat onar. Arief dikenal sebagai preman yang kerap melakukan tindakan meresahkan, seperti menipu tukang becak motor (Bentor) dan driver Ojol.

"Jadi, si Rio ini bilang, 'Bang, jangan kayak gitu. Bayarlah, kasihan orang tua.' Dari situlah mulai ada cekcok-cekcoknya," kata Orita.

2. Duel dan Penikaman Saat kejadian, Rio bersama temannya berada di pinggir sungai. Mereka kembali berpapasan dengan Arief. Rio menyuruhnya pergi: "Sanalah, jangan kemari, jangan bikin rusuh di kampung ini. Bapakku Kepling, hargai lah."

Cekcok lisan berlanjut menjadi duel. Adik Rio sempat mencoba melerai, namun tak lama kemudian, Rio mengajak Arief adu pukulan.

Sayangnya, Arief rupanya membawa senjata tajam sejenis keris. Setelah ditikam, Rio berusaha mencari pertolongan sebelum akhirnya jatuh lemas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved