Banjir dan Longsor di Sumut
Anggota DPRD Nilai Kepala BPBD Langkat Layak Dicopot, Ini Beberapa Alasannya
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat menilai, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah lamban.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Randy P.F Hutagaol
"Keselamatan warga dipertaruhkan, jangan buat nyawa masyarakat sebagai angka yang dilaporkan ke pimpinan tapi kepala BPBD gak bisa bekerja sesuai tupoksinya," sambungnya.
Teo juga menyoroti aksi penjarahan yang dilakukan masyarakat di Tanjungpura. Kata dia, itu terjadi akibat lambatnya penyaluran bantuan.
“Penjarahan itu terjadi karena bantuan datang terlambat. Ini menunjukkan kegagalan koordinasi BPBD,” ucap Teo.
Bahkan dalam situasi paling genting, Matthew menilai, Kepala BPBD justru lebih sibuk mendampingi kegiatan bupati. Bukan fokus pada penanganan bencana.
“Di saat rakyat membutuhkan pertolongan cepat, Kepala BPBD malah lebih fokus pada kegiatan protokoler demi ‘asal bos senang’. Akibat lambatnya respons ini, satu anak dilaporkan meninggal dunia karena tidak segera mendapat bantuan. Ini jelas kegagalan moral dan tanggung jawab jabatan," kata Teo.
Dengan berbagai kejadian tersebut, Teo menegaskan bahwa Kepala BPBD Kabupaten Langkat harus dicopot dari jabatan atau mengundurkan diri secara terhormat.
"Ini bukan soal politik, ini soal nyawa dan keselamatan masyarakat. Jika tidak mampu menjalankan tugas, lebih baik mundur. Rakyat membutuhkan pimpinan BPBD yang sigap, responsif, dan bekerja untuk kepentingan publik," tegas Teo.
Sementara, Kepala BPBD Langkat, Muhammad Ansyari saat dikonfirmasi belum menjawab.
(cr23/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Puasa Tinggalkan Kampung Halaman, Curhat Warga Korban Banjir Garoga: Gak Perlu Kami Baju Lebaran |
|
|---|
| AKHIRNYA Kementerian Lingkungan Hidup Gugat 6 Perusahaan di Sumut Rp 4,8 Triliun |
|
|---|
| Data BNBA Korban Bencana Sumut Rampung, Gubsu Bobby: Tinggal Tunggu Realisasi Anggaran |
|
|---|
| DAFTAR 6 Perusahaan di Sumut Digugat Kementerian LH Imbas Banjir Sumatera, Dua di PN Medan |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Normalisasi Sungai dan Sawah di Tukka, Akui Bona Lumban Paling Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-masyarakat-Kecamatan-Tanjung-Pura-Kabupaten-Langkat-Sumatera-Utara.jpg)