Banjir dan Longsor di Sumut
Korban Banjir di Terjun Medan Marelan Telat Dapat Bantuan, Ratusan Rumah Tenggelam
Meski bantuan telat, warga Pasar I-V Terjun harus bersyukur keluarganya selamat.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meski bantuan telat, warga Pasar I-V Terjun harus bersyukur keluarganya selamat.
Banjir sejak 27-29 November 2025 merendam ratusan rumah di Kompleks Griya Bestari Permai, Kelurahan Terjun, Marelan.
Kisah warga begitu memilukan, saat air naik tiba-tiba tengah malam, tak ada bantuan.
Tak ada perahu karet, sebagian besar warga terpaksa menyusuri banjir seleher tengah malam menyelamatkan keluarga dan bayi ke jalan yang lebih tinggi.
"Malam habis semua gak sempat menyelamatkan barang. Terisolasi di kompleks. Gak ada pertolongan malam itu hingga hari kedua," kata Ina menitikkan air mata.
Informasi dihimpun Tribun-Medan.com, saat mulai puncak banjir 27-28 November 2025, pihak pemerintah melakukan evakuasi di Johor, Medan Labuhan, Helvetia.
Baru hari Sabtu dini hari perahu karet BPBD datang melihat ratusan rumah di kompleks Griya Bestari yang tenggelam.
Yono mengatakan dampak banjir ke setiap rumah di kompleks Griya Bestari yang tenggelam hingga seleher orang dewasa mencapai kerugian ratusan juta. Mobil, sepeda motor, surat berharga gak bisa diselamatkan.
"Mobil, motor-motor warga berkas berharga surat-surat penting tenggelam. Gak ada yang menyangka banjir kali ini seleher di dalam rumah. Kerugian ratusan hingga 200 juta. Yang paling sedih kita gak ada yang menolong dan bantuan. Gak ada yang nyangka kompleks sudah tenggelam parah. Ini terparah sepanjang sejarah, saya sudah 25 tahun lebih disini," katanya.
Hingga 13.00 WIB banjir masih menggenangi rumah warga selutut. Dan perlahan berangsur surut 1,2 meter didukung cuaca panas.
Amatan Tribun-Medan.com, puluhan mobil yang terjebak parkir di dalam rumah sudah tak bisa menyala, padam total karena sempat tenggelam menyisakan selembar atap di hari kedua puncak banjir 28 November 2025.
Namun warga di pengungsian Kelurahan Terjun berharap pasokan makanan dan air bersih. Terutama untuk yang memiliki anak bayi dan lansia butuh perhatian khusus.
Warga sebagian mulai membersih lumpur-lumpur pekat di dinding rumah. Mengeluarkan perobatan yang tanpa bentuk, tanpa fungsi, hanya tinggal kenangan.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ratusan-warga-Pasar-IV-Kelurahan-Terjun-krisis-pangan-dan-air-bersih.jpg)