Medan Terkini
Atasi Banjir, Dinas SDABMBK Medan Segera Buat Kolam Retensi Tembung di Letsu-Titi Sewa
Persoalan banjir yang terus berulang di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung, tepatnya di kawasan Simpang Tol Bandar Selamat.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Persoalan banjir yang terus berulang di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung, tepatnya di kawasan Simpang Tol Bandar Selamat kembali menjadi sorotan.
Anggota DPRD Kota Medan mendorong Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan membuat kolam retensi mengatasi banjir.
Keluhan warga pun turut mencuat. Salah satu warga sekitar, Mardiana (46), mengaku sudah bosan menghadapi genangan air setiap kali hujan deras mengguyur.
“Kalau hujan satu jam aja, air bisa setinggi lutut. Jalan macet, motor banyak mogok. Kami berharap Pemko Medan segera lakukan langkah antisipasi dan penanggulangan hingga tuntas,” ujar Mardiana kepada Tribun Medan, Selasa (14/10/2025)
Hal senada disampaikan Andi (29), pengendara ojek online yang kerap melintas di kawasan tersebut.
“Kadang banjirnya bisa sampai ke depan gerbang tol. Kalau malam, air tinggi dan lampu jalan redup, bahaya kali bang. Banyak yang jatuh,” katanya berharap Pemko Medan menindaklanjuti dorongan DPRD agar pembangunan kolam retensi segera terealisasi.
Terpisah Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen politisi Partai Gerindra mendesak Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Dinas Perkimcikataru Kota Medan agar segera menuntaskan kajian pembangunan kolam retensi di kawasan tersebut.
Menurut Zulkarnaen, langkah ini penting untuk memberikan solusi jangka panjang terhadap banjir yang sudah menahun di wilayah itu.
"Lahan untuk pembuatan kolam retensi sebenarnya sudah ada, tinggal menunggu kajian dari Dinas SDABMBK dan Perkimcikataru agar pembangunan bisa segera dimulai," tegas Zulkarnaen saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, banjir di kawasan Letda Sujono sudah berlangsung lama dan setiap musim hujan selalu menimbulkan genangan air yang cukup tinggi hingga menutup badan jalan. Akibatnya, kemacetan lalu lintas tak terhindarkan, terutama di akses keluar masuk tol Bandar Selamat.
“Sudah bertahun-tahun masyarakat mengeluh. Ini jalur vital, tapi setiap hujan selalu tergenang. Maka perlu langkah konkret, bukan sekadar tambal sulam saluran,” ujarnya.
Solusi Kolam Retensi
Zulkarnaen menjelaskan, hasil sejumlah rapat dan koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta stakeholder terkait sudah menemukan satu titik terang, yakni pembangunan kolam retensi yang berfungsi menampung air sementara sebelum dialirkan melalui sistem pompa air.
“Pembuatan kolam retensi ini solusi paling efektif, karena secara topografi kawasan itu memang cekungan. Kalau hanya memperbesar drainase, tidak cukup,” ungkapnya.
Selain banjir, Zulkarnaen juga menyoroti dampak lain di sekitar pintu Tol Bandar Selamat, seperti kemacetan dan meningkatnya tindak kejahatan akibat kondisi jalan tergenang dan gelap saat hujan.
| Diduga Mencuri Buah Matoa, Seorang Pria di Medan Labuhan Tewas Dianiaya dengan Tangan Terikat |
|
|---|
| Hindari Lubang, Truk Tronton Hantam Mobil Mercy hingga Ringsek di Jalan Setia Budi Medan |
|
|---|
| Pasien Darurat Masih Ditolak RS, DPRD Medan Evaluasi Pelayanan Kesehatan di Paripurna |
|
|---|
| Perjuangan Salwa dari Batang Toru ke UGM, Lolos SNBP di Tengah Keterbatasan Ekonomi |
|
|---|
| Siswa Sekolah Rakyat Naik KRI Bima Suci, Belajar Kemaritiman Langsung di Kapal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kadis-SDABMBK-Kota-Medan-Gibson-Panjaitan-tengah-kemeja-kotak-kotak.jpg)