Momen Haru Ramadan di Balik Jeruji, Kisah Warga Binaan Lapas Hafal Juz 30 Al-Qur’an
Sarwedi Gultom menilai perubahan positif tersebut menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan upaya memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri, momen haru justru terasa dari balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Tebing Tinggi, Rabu (11/3/2026).
Dalam kegiatan bimbingan rohani yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sarwedi Gultom, para warga binaan tampak khusyuk mengikuti tausyiah dan pembinaan spiritual.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual agar mereka tetap memiliki semangat memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Suasana Ramadan yang penuh refleksi membuat kegiatan keagamaan di Lapas tersebut terasa lebih bermakna. Para warga binaan memanfaatkan momentum bulan suci untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengajian, pembelajaran membaca Al-Qur’an, hingga doa bersama dalam suasana kekeluargaan.
Pada kesempatan itu, Sarwedi Gultom memberikan perhatian khusus kepada salah seorang warga binaan bernama Mirhamuddin Saragih.
Baca juga: Empat Pesan Ramadan dari Prof. Muzakkir di Lapas Kelas I Medan
Ia menyerahkan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan Mirhamuddin dalam mendalami ajaran Islam selama berada di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi.
Dengan tutur kata tulus, Mirhamuddin mengaku justru di dalam lapas dirinya mulai benar-benar mengenal dan mendalami nilai-nilai Islam. Ia belajar memperbaiki ibadah serta memahami ajaran agama yang sebelumnya belum begitu ia dalami.
“Di sinilah saya mulai benar-benar belajar agama. Saya belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki ibadah, dan memahami arti kehidupan,” ujarnya di hadapan peserta bimbingan rohani.
Kesungguhan Mirhamuddin berbuah hasil. Berkat ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, ia kini dipercaya menjadi imam di masjid lapas. Bahkan, ia telah berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an, capaian yang membanggakan bagi dirinya sekaligus para pembimbing rohani.
Sarwedi Gultom menilai perubahan positif tersebut menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
Ia berharap kisah Mirhamuddin dapat menginspirasi warga binaan lainnya untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, terlebih di bulan Ramadan yang dikenal sebagai momentum meningkatkan ketakwaan.
Menurutnya, pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual warga binaan.
Melalui pendekatan keagamaan, mereka diharapkan mampu menemukan kembali makna hidup serta memiliki tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Pemberian hadiah sederhana kepada Mirhamuddin menjadi simbol penghargaan atas perjuangan dan perubahan yang telah ia lakukan. Momen tersebut sekaligus mengingatkan bahwa setiap langkah menuju kebaikan selalu layak diapresiasi.
Kegiatan bimbingan rohani di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi pun ditutup dengan doa bersama. Harapannya, para warga binaan dapat terus memperkuat keimanan, sebagai titik awal perubahan, serta menata masa depan yang lebih baik.
| VIRAL Video Napi Hisap Sabu Sambil Video Call, Kalapas Kelas II A Jambi: Informasinya Masih Sumir |
|
|---|
| 1.054 Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Binjai Terima Remisi Lebaran, 8 Orang Langsung Bebas |
|
|---|
| Ramadan Berbagi, Sat Narkoba Polresta Deliserdang Beri Tali Asih di Rumah Yatim Beringin |
|
|---|
| Bungsuland Property Bagikan 3.000 Paket Sembako untuk Duafa dan Anak Yatim |
|
|---|
| Wujudkan Kepedulian, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Salurkan Baksos di Ponpes Mazilah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/RAMADAN-Penyuluh-Agama-Islam-Kecamatan-Sei-Bamban.jpg)