CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra melalui APINDO

CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra melalui APINDO

Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina; Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani; Rektor Universitas Andalas, Bapak Prof. Efa Yonnedi, PhD ; Wakil Rektor 3, bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan kerja sama Universitas Sumatera Utara, Ibu Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan S.si M.si Apt; Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan dan kewirausahaan Universitas Syiah Kuala Aceh, Bapak Prof. Mustanir Yahya M.Sc serta pengurus APINDO dan tim CCEP Indonesia pada penyerahan bantuan di Kantor Sekretariat APINDO di Jakarta, Jumat (30/1) 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - 31 Januari 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda yang terdampak bencana alam, sekaligus mendukung pemulihan sosial jangka panjang di wilayah terdampak, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia)
menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan senilai 50.000 Euro bagi mahasiswa terdampak bencana di wilayah Sumatra.


Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) per Desember 2025, bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berdampak pada sejumlah 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi. Banyak di antaranya berisiko tidak dapat melanjutkan kuliah akibat kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana. 

 

Bantuan beasiswa ini disalurkan melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan didistribusikan kepada para penerima manfaat melalui tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Syiah Kuala (Aceh), Universitas Sumatra Utara (Medan), dan Universitas Andalas (Padang). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Sekretariat APINDO di Jakarta, Jumat (30/1).

CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa
CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra melalui APINDO


Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen CCEP Indonesia dalam mendukung pemulihan sosial pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. “Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam membangun ketahanan masyarakat paskabencana. Melalui program beasiswa ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban
mahasiswa dan keluarga mereka, sekaligus memastikan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan,” ujar Karina.

 

Karina menambahkan bahwa dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pemulihan masyarakat. Oleh karena itu, bantuan ini tidak hanya dipandang sebagai tanggap darurat, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan dunia usaha dalam mendukung pemulihan dan pembangunan di wilayah terdampak.


Di saat yang bersamaan, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala menyampaikan apresiasinya atas dukungan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana di Aceh.


“Bencana tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan perekonomian masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan studi mahasiswa. Beasiswa ini memberikan ruang bagi mahasiswa kami untuk tetap melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang dan fokus,” Hal senada disampaikan Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph. D. Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi sangat penting dalam menjaga ketahanan pendidikan pascabencana.


“Pemulihan tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga keberlanjutan pendidikan dan masa depan generasi muda. Beasiswa ini memberikan harapan dan kepastian bagi mahasiswa terdampak di UNAND. Kami mengapresiasi kolaborasi CCEP Indonesia dan APINDO yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemulihan sosial jangka panjang,” ungkapnya.


Hal senada disampaikan oleh Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., Wakil Rektor 3 Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Universitas Sumatra Utara. Dirinya menyampaikan, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu bentuk dukungan penting dalam menjaga akses pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana.

 

“Kami mengapresiasi inisiatif CCEP Indonesia yang memberikan perhatian pada sektor pendidikan paskabencana. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban mahasiswa secara finansial, tetapi juga memberikan motivasi moral bagi mereka untuk terus berprestasi,” ucap Prof. Poppy.

Sementara itu, Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan harus menjadi prioritas bersama, termasuk dalam situasi bencana. Menurut Shinta, pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana, dan di tengah kondisi sulit, korban terdampak bencana tetap berhak mendapatkan akses belajar sebagai bekal masa depan mereka.


Shinta menambahkan bahwa kolaborasi APINDO dan CCEP Indonesia mencerminkan komitmen nyata dunia usaha untuk berperan aktif dalam pemulihan sosial. “Kolaborasi ini merupakan wujud tanggung jawab dunia usaha untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor usaha dan masyarakat dalam membangun ketahanan pascabencana,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved