Perbaikan Jalan Rusak Masih 20 Persen, Cuaca tak Menentu jadi Kendala
Dikatakannya, dari 500 km itu, ada 235 titik yang akan diperbaiki pihaknya. Saat ini progres perbaikan masih berlangsung.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara,Direktorat Jendral Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Hardy Siahaan mengatakan, pasca-bencana banjir dan longsor, ada 500 km perbaikan jalan di Sumut yang bakal dibenahi pihaknya.
Dijelaskan Hardy, dari 500 km itu, baru 20 persen yang selesai diperbaiki. Perbaikan jalan itu melingkupi area Tarutung, Sipirok, Padang Sidimpuan, dari Batas Aceh sampai Sibolga, Sibolga ke arah Batang Toru – Sidempuan, Batang Toru ke arah Singkuang.
Dikatakannya, dari 500 km itu, ada 235 titik yang akan diperbaiki pihaknya. Saat ini progres perbaikan masih berlangsung.
"Dari 500 kilo itu, ya, kita masih di bawah 20 persen (yang selesai), ada 235 titik yang akan kita perbaiki," jelasnya, Rabu (18/2/2026).
Dikatakannya, yang menjadi kendala perbaikan adalah karena cuaca yang tidak menentu. Selain itu banyaknya titik longsoran.
"Yang kendala satu, kita longsoran ini kan masih potensi karena cuaca, ya. Jadi itu kita pastikan. Kemudian, tentu kita mau konstruksi harus ada detail desain, dan ini kita harus hitung benar," paparnya.
Baca juga: Jalan Menuju Tapteng via Tarutung - Rampah Masih Lumpuh
Menurutnya, dari 500 km, yang menjadi fokus utama perbaikan ada sekitar 40-50 km di lima kabupaten/kota terdampak bencana di Sumut.
"Khusus di 5 kabupaten/kota. Tapi yang perlu betul-betul penanganan mungkin sekitar 40 sampai 50 kilo di Tapanuli Raya seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga," katanya.
Sementara untuk total pemeliharaan jalan, kata Hardy, sekitar 2.600 kilometer. Namun perbaikan dilakukan secara berkala.
"Kalau yang di luar lima Kabupaten Kota Tapanuli Raya, itu pemeliharaannya secara rutin dan berkala, reguler. Kalau yang ini perlu penanganan, karena jumlah titik longsornya 200 titik," ucapnya.
Hardi juga mengatakan, pihaknya bakal membangun jalan baru sepanjang 600 meter di sekitaran jalan menuju Sibolga via Batu Lobang.
Dijelaskannya, pembangunan jalan baru dilakukan, karena tidak memungkinkan lagi perbaikan jalan dari Tarutung - Sibolga via Batu Lobang.
Menurutnya, pembaruan jalan sepanjang 600 meter itu, akan dibangun dalam tahun ini. Saat ini sedang dalam tahap pendetailan perencanaan konsep pembangunan.
"Nanti jalan baru. Kan, jalannya hilang. Pasti kita bangun baru, kan. Nanti itu jadi opsi. Apakah Batu Lobang itu kita izinkan tetap dilewati. Dan jalan baru di dekat-dekat situ, tetap lewat Batu Lobang-nya atau gimana. Karena itu sekarang nggak bisa dua lajur, kan. Atau bagaimana nanti kita lihat," katanya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, pihaknya akan tetap mengembalikan jalan menuju Sibolga via Batu Lobang. Tapi dengan jalan baru yang lebih aman.
| Warga Gotong Royong Bangun Jalan Rusak, Bupati Blora Minta Maaf, Ini Sosok Arief Rohman |
|
|---|
| Bantuan Bencana Menumpuk di Sibolga, Bobby Akui Belum Terima Informasi Detail |
|
|---|
| Jadi Prioritas Tahun Ini, Pemkab Langkat Siapkan Rp 7,1 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Secanggang |
|
|---|
| Banyak Tebing Longsor di Rampah, Kementerian PU bakal Bangun Belasan Beton Semprot |
|
|---|
| Kapolres Batubara Pimpin Pengecekan Jalan Rusak dan Stok BBM Jelang Operasi Ketupat Toba 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-Balai-Besar-Pelaksanaan-Jalan-Nasional-Sumatera-UtaraDirektorat-Jendral-Bina-Marga.jpg)