Kesehatan

PHBS Jadi Cara Ampuh Menghindari Paparan Super Flu yang Mengganas

Cara ampuh menghindari paparan Super Flu adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Editor: Array A Argus
Pinterest/Freepik
SUPER FLU- Masyarakat diimbau mewaspadai penyebaran Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K yang penyebarannya sangat cepat. 

Ringkasan Berita:
  • Super Flu atau varian Influenza A (H3N2) subclade K menular dengan sangat cepat
  • Super flu adalah mutasi dari virus influenza yang umum dikenal selama ini
  • Gejala yang timbul seperti batuk parah, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, serta kelelahan ekstrem yang muncul 3-4 hari pasca paparan
  • Untuk menghindari paparan ini, masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan, Super Flu sebenarnya bukan istilah ilmiah di dunia medis.

Super Flu merujuk pada varian Influenza A (H3N2) subclade K, mutasi terbaru yang sangat menular dan menyebabkan lonjakan kasus flu lebih cepat serta berat dari biasanya.

Di Amerika Serikat, Super Flu dengan cepat menyebar, hingga menjadi perhatian banyak pakar ilmiah.

Baca juga: Super Flu, Apakah Sama dengan Influenza A? Begini Penjelasan Ahli

Bila melihat gejala yang ditimbulkan virus Influenza A, umumnya gejala utama virus jenis ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan tergolong berat, seperti demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, serta hidung tersumbat.

Meski demikian, sebagian besar penderita influenza tipe A dapat pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.

Penyakit ini umumnya lebih sering muncul saat musim pancaroba, terutama pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, ketika daya tahan tubuh cenderung menurun.

VIRUS- Ilustrasi virus yang dapat menjangkiti manusia.
VIRUS- Ilustrasi virus yang dapat menjangkiti manusia. (dreamstime)

Baca juga: Gejala Influenza A, Virus yang Menyebar saat Bersin, Batuk atau Bicara, Situasi Terkini di Indonesia

Apabila sistem kekebalan tubuh dalam kondisi baik, proses penyembuhan biasanya berlangsung sekitar 3–4 hari dan paling lama hingga satu minggu.

“Jika anak muda yang punya daya tahan tubuh kuat saat terkena influenza tipe ini akan sembuh sendiri,” kata dokter spesialis paru dan pernapasan (pulmonologi) DR dr Fathiyah Isbaniah Sp P(K), FIRS.

Cara Menghindari Paparan Super Flu

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), menjelaskan bahwa Super Flu ini merupakan ISPA yang disebabkan virus influenza, mulai dari influenza A, B, hingga C, dengan influenza, termasuk H3N2, menjadi penyebab utama kasus berat.

Baca juga: HATI-HATI Kasus Campak Meningkat, 12 Warga di Pemekasan Meninggal Dunia Akibat Terjangkit Virus Ini

Untuk menghindari paparan Super Flu, maka masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Adapun langkah penting yang harus diambil yakni;

  • Menggunakan masker, terutama saat sakit
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
  • Menerapkan etika batuk dan bersin

Baca juga: Kenali Apa Itu Virus Hanta, Terdeteksi di 4 Provinsi dengan Jumlah 8 Kasus

Ilustrasi penyebaran virus
Ilustrasi penyebaran virus (IRNA)

Waspadai Menyerang Anak

Pakar dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Andrew Pekosz, Ph.D., menyampaikan bahwa strain influenza H3N2 memang dikenal memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi, khususnya pada kelompok anak-anak dan lanjut usia.

“H3N2 umumnya dianggap lebih parah di semua kelompok usia, terutama pada lansia dan anak-anak kecil. Ketika kami melihat aktivitas H3N2 di tahap awal, ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Pekosz, disadur dari TODAY.

Ia juga menjelaskan bahwa infeksi flu akibat mutasi H3N2 subklade K dapat menimbulkan gejala yang sangat kuat dan menguras energi. Banyak pasien menggambarkan kondisi ini sebagai kelelahan yang ekstrem.

Baca juga: Ragnar Oratmangoen Absen Bela Timnas Indonesia, Dihantui Virus Misterius, Terakhir Main 2 Bulan Lalu

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved