Situasi Timur Tengah Memanas, GCC Mengutuk Pelanggaran Iran, Siap Balas Serangan Drone dan Rudal
Dalam pernyataan resminya, GCC mengutuk keras pelanggaran kedaulatan yang dilakukan Iran.
TRIBUN-MEDAN.com - Negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengutuk keras pelanggaran kedaulatan yang dilakukan Iran melancarkan rentetan serangan rudal dan drone.
Meski Teheran mengklaim target utamanya adalah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, laporan lapangan menunjukkan serangan tersebut turut menyasar fasilitas sipil dan pemukiman di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, hingga Kuwait.
Pada Minggu (1/3/2026), Arab Saudi berhasil menggagalkan upaya serangan yang mengarah ke jantung ibu kota.
Sistem pertahanan udara kerajaan mencegat rudal Iran yang menargetkan Bandara Internasional Riyadh dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
Baca juga: Donald Trump Murka 3 Tentara Amerika Serikat Tewas, Siapkan Serangan Balasan ke Iran
"Pencegatan berhasil dilakukan pada sore hari tanpa mengganggu navigasi penerbangan maupun menimbulkan korban jiwa," ujar seorang sumber pejabat Teluk kepada AFP.
Merespons agresi Iran, para menteri luar negeri GCC menggelar pertemuan darurat luar biasa ke-50 secara virtual.
Dalam pernyataan resminya, GCC mengutuk keras pelanggaran kedaulatan yang dilakukan Iran.
Mereka menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Baca juga: Penghormatan Terakhir, Jenazah Jenderal Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata,Profil Eks Wapres RI
Ketua Dewan Menteri GCC, Dr. Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menegaskan bahwa negara-negara Teluk kini memiliki landasan hukum untuk melakukan aksi balasan.
Eskalasi ini menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu lalu.
"Kami memiliki hak legal untuk merespons sesuai Pasal 51 Piagam PBB mengenai hak bela diri, baik secara individu maupun kolektif. GCC akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah dan warga negara kami," tegas Al Zayani seperti diberitakan Arab News.
Pihak GCC menyayangkan sikap Iran yang tetap melancarkan serangan ke wilayah mereka.
Sebab, mereka telah memberikan jaminan diplomatik bahwa wilayahnya tidak akan digunakan oleh AS untuk menyerang Iran.
Baca juga: Jadwal Penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026, Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancaranya dengan Al Jazeera menyatakan bahwa pembunuhan Khamenei adalah tindakan "berbahaya dan tanpa preseden."
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengenal batas dalam membela diri.
| INILAH 10 Poin Syarat yang Diajukan Iran dan Disetujui Trump, Akhirnya Resmi Gencatan Senjata |
|
|---|
| DETIK-DETIK Akhir Deadline Ultimatum Trump, Iran Ajukan Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Dibongkar Mantan Intelijen AS, Presiden Donald Trump Ingin Curi 400 Kg Uranium Iran |
|
|---|
| Akhirnya Iran Melunak, Setuju Buka Kembali Selat Hormuz, Bisa Dilintasi 2 Minggu |
|
|---|
| Kenapa Iran Masih Mampu Bertahan di Tengah Gempuran AS-Israel? Terungkap China dan Rusia di Belakang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Serangan-Iran-ke-UEA.jpg)