Memastikan Masa Depan Hubungan Lintas Selat Taiwan Tetap Berada Di Tangan Rakyat Tiongkok Sendiri

Memastikan Masa Depan Hubungan Lintas Selat Taiwan Tetap Berada Di Tangan Rakyat Tiongkok Sendiri

Tayang:
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan Huang He 

 

Meninjau sejarah modern, militerisme Jepang pertama-tama melakukan ekspansi melalui agresi terhadap Tiongkok sebelum meluas ke Asia Tenggara. Saat ini, militerisme Jepang berupaya bangkit kembali melalui campur tangan dalam urusan dalam negeri Tiongkok dan propaganda “ancaman Tiongkok”.

Kami dengan gembira melihat bahwa sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia, secara konsisten berpegang pada kebijakan Satu Tiongkok, memandang masalah Taiwan sebagai urusan dalam negeri Tiongkok, serta menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Tiongkok, dan kami menyampaikan penghargaan yang tinggi atas hal tersebut.

 

Tiongkok secara aktif membantu negara-negara berkembang, menempuh jalan pembangunan damai, serta bersedia berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai penyatuan damai. Namun, Tiongkok tidak akan pernah menerima konsekuensi yang merugikan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasionalnya. Kekuatan “kemerdekaan Taiwan” dan para pendukungnya harus memahami bahwa “mengupayakan kemerdekaan Taiwan dengan mengandalkan kekuatan asing” adalah jalan buntu, dan “menggunakan Taiwan untuk menahan Tiongkok” tidak akan pernah berhasil.

 

Dalam pertemuan dengan Ketua KMT Cheng Li-wen, Sekjen Xi Jinping juga mengemukakan 4 usulan untuk pengembangan hubungan kedua sisi selat: Pertama, berpegang pada identitas yang benar untuk mendorong keselarasan hati. Kedua, berpegang pada pembangunan damai untuk menjaga rumah bersama. Ketiga, berpegang pada komunikasi dan integrasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Keempat, berpegang pada persatuan dan perjuangan untuk mewujudkan kebangkitan kembali bangsa Tionghoa.

 

Saya yakin bahwa selama warga di kedua sisi selat menjadikan 4 usulan tersebut sebagai tujuan bersama, bersatu dan secara tegas menolak campur tangan kekuatan eksternal terhadap Tiongkok, maka penyatuan Tiongkok akan dapat terwujud. Fakta akan terus membuktikan bahwa Tiongkok yang kuat dan bersatu merupakan jaminan sejati bagi perdamaian dan pembangunan Asia.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved