Berita Viral

Sempat Dikabarkan Meninggal, Cerita Lilik Korban Gas Air Mata saat Liput Aksi Demo di Pati

Lilik yang sebelumnya disebutkan tewas saat menjalankan tugas peliputan, rupanya hanya pingsan.

KOMPAS.com/Aria Rusta
GAS AIR MATA - Lilik Yuliantoro, salah seorang korban gas air mata saat demonstrasi di Alun-alun Pati, saat ditemui di RSUD dr Soewondo Pati, Jawa Tengah, Kamis (14/8). 

TRIBUN-MEDAN.com - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Rabu (13/8/2025) kemarin sempat dihebohkan dengan kabar tewasnya dua orang anak dan seorang wartawan bernama Lilik Yuliantoro dari media Tuturpedia.com.

Kabar buruk tersebut tersebar luas di media sosial dan grup wartawan, bahkan hingga viral di media sosial.

Berdasarkan keterangan yang diterima Warta Kota, disebutkan kalau para korban tewas setelah terjadinya bentrokan antara aparat dengan warga pecah.

Akibat bentrokan tersebut, aparat melemparkan gas air mata.

Dan gas air mata itu yang membuat korban sesak napas hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Kemudian berdasarkan informasi yang terhimpun, kabar kematian Lilik dianulir sumber Warta Kota.

Lilik yang sebelumnya disebutkan tewas saat menjalankan tugas peliputan, rupanya hanya pingsan.

Aksi demonstrasi besar-besaran mengguncang Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (13/8/2025), menyusul kebijakan kontroversial Bupati Sudewo yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Ribuan warga turun ke jalan, memadati Alun-alun Pati, menuntut agar sang bupati mundur dari jabatannya. (Kolase TribunJateng.com/Istimewa)
Aksi demonstrasi besar-besaran mengguncang Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (13/8/2025), menyusul kebijakan kontroversial Bupati Sudewo yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Ribuan warga turun ke jalan, memadati Alun-alun Pati, menuntut agar sang bupati mundur dari jabatannya. (Kolase TribunJateng.com/Istimewa) (Kolase TribunJateng.com/Istimewa)

Korban mendapatkan pertolongan pertama, di antaranya mengoleskan pasta gigi keseluruhan wajahnya untuk mengurangi efek gas air mata.

Setelah itu, Lilik dilarikan ke RSUD dr Soewondo Pati untuk mendapatkan perawatan.

Saat ditemui di RSUD dr Soewondo Pati, Kamis (14/8/2025), Lilik mengatakan, awalnya ia berniat menolong anak kecil yang berada di sekitar alun-alun.

Namun, justru dirinya yang menjadi korban dan membuatnya harus dirawat di rumah sakit.

“Soalnya tembakan kedua 'der' di dekat saya itu langsung asap. Asap membumbung tinggi terus saya dikelilingi asap,” katanya.

Akibat paparan gas air mata, Lilik terjatuh dengan pipi terlebih dahulu membentur tanah dan sempat kehilangan kesadaran.

“Iya sempat pingsan atau itu enggak tahu aku. Cuma aku posisi tiba-tiba sudah setengah sadar, terus kemudian yang terakhir sudah di rumah sakit,” ujar Lilik.

Kini kondisi Lilik berangsung membaik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved