Sumut Terkini

Festival Utamasia Youth Competition 2025 Sukses, Gusti Lubis : Akan Digelar Berkesinambungan

Ajang yang diikuti 48 tim dari berbagai daerah di Sumatra Utara ini mengusung konsep festival sepakbola yang mengikuti regulasi FIFA

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
ISTIMEWA
Penutupan Festival Utamasia Youth Competition 2025 di Lapangan Cadika Medan Johor, Minggu (22/6/2025). Panitia bertekad akan menggelar event tersebut secara berkesinambungan.  

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Festival Utamasia Youth Competition 2025 sukses di gelar.

Berlangsung di Lapangan Cadika Medan Johor, pada 14-15 dan 21-22 Juni 2025, event ini berhasil mempertandingkan kompetisi sesuai standar internasional bagi kategori U-8, U-10, dan U-12. 

Ajang yang diikuti 48 tim dari berbagai daerah di Sumatra Utara ini mengusung konsep festival sepakbola yang mengikuti regulasi FIFA dan pendekatan kepelatihan modern.

Mulai dari ukuran lapangan dan bola, sistem perwasitan, hingga format festival yang menghibur baik pemain, orang tua, maupun penonton, semua dirancang secara matang.

Tak hanya sepakbola, kompetisi ini juga dimeriahkan dengan panggung seni, lomba menyanyi, tari (tanpa uang pendaftaran, Red), serta belasan tenda kuliner yang tersedia gratis selama kegiatan berlangsung. 

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Gusti Lubis mengucapkan puji syukur atas suksesnya Festival Utamasia Youth Competition 2025 ini. Menurutnya, festival ini dapat membuka peluang lebih luas bagi tim dari luar kota untuk ikut serta kedepannya. 

“Ada Coach Horas dari Doloksanggul yang membawa timnya ke Medan. Anak-anaknya bermain bola, orang tua bisa bersantai menikmati pertunjukan musik dan kuliner. Ini yang kami maksud dengan kolaborasi, semua pihak bisa menikmati momen bersama di lapangan bola,” katanya. 

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Utamasia Youth Competition bukanlah kegiatan satu kali, melainkan kedepannya akan terus digelar, guna membangun sepakbola Sumut yang baik mulai dari usia dini.

“Ke depan, kami akan melanjutkan Liga dan Copa Utamasia untuk kelompok usia 8-15 tahun. Kami juga sedang merancang festival serupa di liburan akhir semester ganjil bulan Desember, dengan target peserta mencapai 96 tim dan mungkin digelar di dua lokasi sekaligus,” ungkap eks Asisten Manajer tim Sepakbola PON Sumut tersebut.

Ia juga berharap ajang ini bisa memantik stakeholder atau insan sepakbola lainnya untuk menggelar kegiatan serupa.

Karena menurutnya, festival grassroot ini bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan bisa menjadi ajang menanamkan sistem sepakbola yang profesional kepada pemain usia dini. 

 “Karena sepakbola usia dini tidak semata-mata tentang menang kalah. Sesuai filosofi Filanesia, usia 6-9 itu fase bermain-belajar, dan usia 9-13 belajar-bermain. Jadi bermain tetap jadi inti, dan itulah yang kami bangun di sini,” tuturnnya. 

Sementara itu, Direktur Teknik Asprov PSSI Sumut, Ridwan Saragih, memberikan apresiasi  terhadap Akademi Utamasia yang telah memberikan perhatian terhadap sepakbola usia dini. 

“Kami dari Asprov sangat menghargai inisiatif ini. Kegiatan seperti ini sejalan dengan program pengembangan sepakbola usia dini kami (Asprov) ,” kata Ridwan.

Menurutnya ajang ini tidak sekadar event sepakbola semata.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved