Sumut Terkini

Pemkab Samosir Beri Pendampingan Anak Korban KDRT, Wabup: Kekerasan Tidak Bisa Ditoleransi

Hari ini, Kamis (9/4/2026), ia bersama rombongan berkunjung ke rumah korban kekerasan di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. 

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
IST
Wabup Samosir Ariston Sidauruk bersama dengan istrinya sambangi rumah anak yang menjadi korban kekerasan di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir hari ini, Kamis (9/4/2026). Turut hadir Asisten III Arnod Sitorus, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Plt. Kadis Sosial dan PMD Dumosch Pandiangan, Camat Simanindo Hans Rikardo Sidabutar, PKK Kab. Samosir dan OPD terkait lainnya. 

TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN- Setelah mendengar informasi adanya kekerasan yang dialami dua anak yang dilakukan ibu tirinya, Wabup Samosir Ariston Sidauruk sambangi rumah keluarga tersebut. Ia menegaskan, pihaknya peduli terhadap anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Hari ini, Kamis (9/4/2026), ia bersama rombongan berkunjung ke rumah korban kekerasan di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. 

"Ini sebagai bentuk dukungan moril sekaligus memastikan pemenuhan hak-hak anak tetap berjalan, termasuk pendidikan dan pemulihan kondisi psikologis korban," ujar Wabup Ariston Sidauruk, Kamis (9/4/2026).

Dua anak yang menjadi korban, masing-masing berinisial ES (10), siswi kelas V SD, dan MS (9), siswi kelas III SD, tampak mulai ceria saat menerima kunjungan. 

Keduanya diketahui mengalami kekerasan pada Selasa (7/4/2026) sore saat ayah mereka tidak berada di rumah.

Ia menegaskan, kekerasan terhadap anak maupun perempuan tidak dapat ditoleransi karena melanggar hukum dan berdampak serius terhadap perkembangan mental anak.

"Ini harus menjadi pelajaran bagi semua keluarga yang ada di Kabupaten Samosir. Jangan sampai terjadi lagi KDRT, baik kepada istri maupun anak," tuturnya.

"Hak anak dilindungi undang-undang, dan kekerasan fisik memiliki konsekuensi pidana. Kami sangat prihatin atas kejadian ini," sambungnya. 

Ia juga mengapresiasi keberanian seorang guru DR (wali kelas ES) yang pertama kali merespons dan melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam melindungi anak dari kekerasan.

"TTerima kasih atas kepedulian dan keberanian ibu yang sudah melaporkan kejadian. Ini patut menjadi contoh, semoga semakin banyak guru seperti ibu yang peduli terhadap kondisi anak-anak," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi dan tali asih kepada kedua korban dan menyatakan komitmen pemerintah daerah membantu kebutuhan pendidikan mereka hingga lulus sekolah dasar.

Ia juga meminta peran aktif orangtua, khususnya ayah memberikan perhatian tidak hanya secara materi, tetapi juga dukungan emosional guna memulihkan trauma anak.

"Anak-anak ini pasti mengalami trauma. Karena itu, perhatian psikologis sangat penting agar kejadian ini tidak meninggalkan dampak jangka panjang," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Samosir Priska Situmorang, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan intensif, baik dari sisi psikologis maupun hukum.

Menurut Priska, kedua korban telah mendapatkan perawatan medis, termasuk visum, dan akan terus dipantau perkembangannya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved