Berita Viral

DIVIDEO CALL Dudung dan Sampaikan Amarah Presiden Prabowo, Hercules Mendadak Ampun-ampun Minta Maaf

Mantan KSAD TNI Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Hercules

Editor: AbdiTumanggor
Tangkapan Layar YouTube
Mantan KSAD TNI Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Hercules. Pesan (teguran) itu disampaikan Dudung kepada Ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (Grib) Jaya itu melalui panggilan video call. (Kolase Tangkapan Layar YouTube) 

Hercules melunak dan minta maaf setelah Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman menyampaikan pesan amarah Presiden Prabowo Subianto kepada Hercules melalui video call.

TRIBUN-MEDAN.COM - Mantan KSAD TNI Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Hercules.

Pesan (teguran) itu disampaikan Dudung kepada Ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (Grib) Jaya itu melalui panggilan video call.

Mendengar pesan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan Dudung tersebut, Hercules langsung dan meminta maaf.

Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menelepon Hercules ketika Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk membubarkan organisasi masyarakat (ormas) yang meresahkan masyarakat.

Dari percakapan itu, Dudung dan Hercules berbincang menggunakan bahasa Tetun, salah satu bahasa resmi di Timor Leste, selain bahasa Portugis. 

Pria kelahiran 19 November 1965 tersebut rupanya bisa berkomunikasi dengan Hercules.

"Bisa saya komunikasi dengan dia," kata Dudung saat menjadi narasumber di Metro TV, Kamis (15/5/2025).

"Coba saya telepon yah," tambahnya.

Saat ditelepon, Hercules pun mengangkat.

Keduanya pun komunikasi dalam bahasa Tetun.

Dudung Abdurachman menjelaskan isi percakapannya dengan Hercules dalam bahasa Indonesia.

Kepada Hercules, Dudung menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya sampaikan ke beliau pesan presiden bahwa ormas-ormas itu tidak boleh menyengsarakan masyarakat, menekan masyarakat. Justru harus membantu masyarakat dalam rangka program pembangunan masyarakat, ini penekanan presiden," kata Dudung.

Dia menerangkan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk membubarkan ormas (organisasi masyarakat) yang meresahkan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved