Berita Viral

Rahimnya Kosong, Mengejutkan Pengakuan Dokter Hasil Autopsi, Kasus Mulyana Mutilasi Pacar Hamil

Sebelumnya Mulyana mengaku jika aksi kejamnya membunuh dan memutilasi jasad SA lantaran kesal didesak untuk tanggung jawab karena sang pacar hamil.

Tangkap layar YouTube TRANS7 OFFICIAL/Dok. Polres Serang Kota via TribunBanten.com
HABISI PACAR HAMIL - Potret Mulyana kecil (kiri) dan saat berumur 23 tahun (kanan). Ia tega membunuh dan memutilasi kekasihnya, SA (19), karena ogah bertanggung jawab atas kehamilan korban. Mulyana ditangkap pada Sabtu (19/4/2025), di kawasan Pabuaran, Kota Serang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengakuan mengejutkan dokter forensik yang menangani jasad mutilasi SA (19), yang diduga dibunuh pacarnya, Mulyana alias ML (23), di area perkebunan karet yang sepi.

Sebelumnya Mulyana mengaku jika aksi kejamnya membunuh dan memutilasi jasad SA lantaran kesal didesak untuk tanggung jawab karena sang pacar hamil.

Namun, fakta baru terungkap dari hasil autopsi jasad korban di mana dokter tak menemukan ada janin dalam rahim korban.

Diketahui, insiden pembunuhan yang dilakukan asal Kecamatan Gunung Sari tersebut terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, Banten.

Jasad SA kali pertama ditemukan oleh seorang warga, saat hendak membersihkan rumput di sebuah lahan, Sabtu (18/4/2025). Saat ditemukan, jasad SA dalam kondisi tanpa kepala, tangan, dan kaki, hanya menyisakan bagian tubuh.

Dilansir dari TribunnewsBogor.com, Dokter Ahli Unit Forensik Biddokes Polda Banten, Donald Rinald menyebut tidak ditemukan janin di rahim korban.

"Kalau masalah hamil, memang pada saat autopsi kami angkat itu rahimnya (korban) kosong. Jadi kami tidak bisa memastikan apakah itu hamil atau tidak," imbuh Donald Rinald.

Meski begitu, tim dokter menyebut masih ada bagian korban yang belum diautopsi. Hal itu karena bagian tangan korban yang dimutilasi pelaku masih belum ditemukan.

"Secara histopatologi forensik memang tadi baru diperiksa pada tungkai kanan dan kiri itu menandakan bahwa itu didapatkan kekerasan tajam pada saat korban masih hidup," kata Donald Rinald.

Keluarga Korban Tak Percaya Hamil

Atas pengakuan tersangka yang menyebut SA hamil, keluarga korban meresponnya.

Paman korban, Jama'in membantah dengan keras bahwa sang keponakan berbadan dua.

Diungkap Jama'in, ia tidak percaya jika SA hamil karena selama ini korban dikenal sosok yang baik.

"Menurut saya (korban) anak baik-baik, enggak aneh-aneh, tahu persis, (korban) rajin," pungkas Jama'in sembari menangis.

Setali tiga uang dengan Jama'in, sepupu korban juga mengurai hal serupa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved