Puasa di Negeri Orang

2 Tahun Jalani Puasa di Negeri Sakura, Shobron Mengaku Hampa, Tak Merasakan Vibes Ramadan

Meski bukan kali pertama menjalankan ibadah puasa di negara orang, tetap saja ada rasa hampa saat bulan suci Ramadan.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
DOKUMENTASI Muhammad Shobron
PUASA DI JEPANG- Muhammad Shobron, salah satu pekerja Indonesia yang menjalankan Ibadah Puasa di Negara Jepang, Kamis (20/3/2025). Menurutnya, ini kali dua ia merasakan puasa di Negara Minoritas Muslim, di daerah Hakone, Jepang. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Menjalankan ibadah puasa  di negara minoritas, membuat Shobron merasakan hampa.  

Ini kali dua pemilik nama lengkap Muhammad Shobron merasakan puasa di Hakone, Jepang.

Meski bukan kali pertama menjalankan ibadah puasa di negara orang, tetap saja ada rasa hampa.

"Tahun lalu, saya memang sudah puasa di Jepang, tapi itu saya hanya puasa di H-1 minggu menjelang lebaran jadi gak kerasa. Tahun ini, saya full dari hari pertama puasa,  jadi kesan pertamanya saya merasa hampa dan tidak merasa ada vibes  menyambut Ramadan di sini,"jelas anak bungsu dari empat bersaudara, Kamis (20/3/2025).   

Saat ini di daerahnya tinggal memasuki musim salju yang membuat vibes Ramadan semakin tidak terasa.

"Karena di sini saya melihat orang-orang makan minum dan beraktivitas seperti biasanya," ucapnya.

Ditambah lagi, kata Shobron di daerahnya tidak ada suara adzan yang berkumandang dan acara-acara Ramadan di televisi.

"Makanan minuman yang selalu hadir saat Ramadan di Indonesia  di sini sulit ditemukan. Meski bisa dibuat sendiri, tetapi rasa dan vibesnya berbeda," ucapnya.

Shobron bercerita selama musim salju harus berpuasa selama 12 jam.

Baginya tak ada kesulitan saat puasa di musim salju. 

"Tidak ada  kendala ya, kalau kesulitan puasa di musim salju ini. Malah menguntungkan,  karena waktu magrib lebih cepat yaitu antara 17.15-17.40 WIB," jelas Shobron yang bekerja di salah satu Hotel di Jepang .

Dikatakannya, selama puasa ia sahur dan berbuka mengandalkan alarm.

Namun selama sahur ia memilih untuk masak selepas pulang kerja. 

"Jadi saya masak sebelun tidur atau sepulang kerja. Sehingga ketika sahur saya langsung makan masakan saya," jelasnya.

Untuk mengobati rindu keluarga, ia hanya melakukan video call bersama keluarga pada saat hari libur kerja dan pergi ke restoran Indonesia

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved