Berita Viral

SOSOK Mahasiswa Jambi Perkosa Maba Usai Kegiatan Pecinta Alam, 4 Video Pencabulan Ditemukan di HP

Inilah sosok mahasiswa di Jambi yang diduga memperkosa juniornya setelah mengikuti kegiatan pecinta alam dan juga ternyata merekam videonya cabuli 4 p

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
SOSOK Mahasiswa Jambi Perkosa Junior Usai Kegiatan Pecinta Alam, 4 Video Pencabulan Juga Ditemukan di HP 

Sekretaris Jenderal FKPAJ, Mahendra Widiawan, menegaskan bahwa organisasi Pecinta Alam seperti KPA, MAPALA, dan SISPALA selalu menjunjung tinggi moralitas, etika, keselamatan anggota, serta nilai-nilai persaudaraan.

"Kami sangat menyesalkan kejadian tragis tersebut dan menyampaikan rasa simpati kepada korban dan keluarganya. Namun, kami ingin menekankan bahwa jika pelaku bukanlah anggota Mapala yang dimaksudkan dan kejadian tersebut terjadi setelah kegiatan resmi Mapala tersebut selesai, Oleh Karena itu tudingan yang mengaitkan nama Mapala adalah tidak berdasar," kata Mahendra, Rabu (16/9/2024). 

FKPAJ menyampaikan rasa simpati kepada korban dan keluarganya, namun menegaskan bahwa pelaku yang disebut bukanlah anggota MAPALA, dan kejadian tersebut terjadi setelah kegiatan resmi organisasi berakhir.

Oleh karena itu, tudingan yang mengaitkan MAPALA dalam kasus ini dianggap tidak berdasar.

Baca juga: VIRAL Kisah Dokter Operasi Tumor Paru-Paru dari Jarak 5 Ribu Km, Pasien di Pedesaan, Operasi Lancar

Dia menekankan bahwa mereka tidak mentolerir segala bentuk tindak asusila. FKPAJ berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses penyelidikan dan berharap agar pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Kami mengimbau kepada kita semua untuk tidak terlalu terprovokasi oleh berita yang beredar. Penting bagi kita untuk selalu mawas diri dalam setiap kegiatan yang dilakukan," ujarnya. 

FKPAJ juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pemberitaan yang beredar dan tidak menggeneralisasi seluruh organisasi Pecinta Alam di Jambi hanya karena tindakan yang dilakukan oleh individu yang tidak terkait dengan organisasi tersebut.

"Kami juga mengajak semua pihak untuk tidak menggeneralisasi atau menstigmatisasi semua organisasi pecinta alam yang ada di Jambi berdasarkan kejadian yang melibatkan individu yang tidak memiliki keterkaitan dengan kami," ungkap Mahendra.

(*/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved