Berita Viral
Curhat WN Singapura Diintimidasi dan Diminta Rp 500 Ribu oleh Petugas Imigrasi Batam
WN Singapura mengaku diintimidasi hingga jadi korban pemerasan saat menjalani pemeriksaan imigrasi di Terminal Feri Sekupang
TRIBUN-MEDAN.com - Kejadian tak menyenangkan dialami seorang warga negara (WN) Singapura saat berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
WN Singapura itu menyampaikan rasa kecewanya di media sosial (medsos), dan kini beredar viral.
Luapan curahan hati WN Singapura itu pertama kali diunggah di akun Facebook bernama Hearts GhinahSunny.
WN Singapura itu mengaku mengalami intimidasi hingga dugaan pemerasan saat menjalani pemeriksaan imigrasi bersama suaminya di Terminal Feri Internasional Sekupang.
Dalam unggahannya, peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa (5/5/2026).
Pemilik akun menceritakan bahwa saat tiba di area pemeriksaan imigrasi sekitar pukul 17.30 WIB, dirinya dibentak oleh seorang petugas saat mengeluarkan telepon genggam.
Padahal, ia hendak membuka email dan menyiapkan QR code kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).
QR code tersebut sebelumnya telah diisi sebagai syarat pemeriksaan imigrasi sesuai aturan kedatangan WNA di Indonesia.
Baca juga: Buntut Pungli WNA di Pelabuhan, Kepala Imigrasi Batam dan Kakanwil Kepri Dicopot
Baca juga: BERTAMBAH Pejabat Imigrasi Batam Terseret Pungli WNA, Empat Orang Dicopot
Diancam Dipulangkan ke Singapura
Meski telah menjelaskan alasan penggunaan handphone, pasangan tersebut mengaku tetap dibawa ke ruang pemeriksaan.
“Masuk ke dalam ruangan, kami kemudian dibentak dan diancam akan dipulangkan ke Singapura,” jelas pemilik akun.
Pasangan WN Singapura itu juga mengaku diancam akan dimasukkan ke sel tahanan imigrasi jika tidak mengikuti arahan petugas.
Mereka mengaku kebingungan karena merasa tidak melakukan pelanggaran.
Selain itu, papan larangan penggunaan handphone di area pemeriksaan disebut tidak terlalu terlihat karena ukurannya kecil.
Tidak hanya itu, petugas disebut meminta uang sebesar Rp 500.000 per orang serta meminta pasangan tersebut merekam video permintaan maaf.
Dalam unggahannya, perempuan itu juga mengaku mencium bau alkohol dari petugas yang memeriksanya.
| Berawal dari Paket COD, Mertua Tewas di Tangan Menantunya, Pelaku Aniaya Istri Lalu Dikunci |
|
|---|
| Pengakuan Guru SMKN 2 Garut Pangkas Rambut Siswi, Merasa Bersalah, Psikologis Terganggu |
|
|---|
| Aniaya Lansia Hingga Harus Dioperasi, Oknum Brimob Hanya Divonis 5 Bulan Penjara, DPR RI Buka Suara |
|
|---|
| Duka Satu Keluarga Berencana Ubah Nasib di Perantauan Berakhir Tewas Kecelakaan Bus ALS |
|
|---|
| NASIB Richard Lee, Masa Penahanannya Diperpanjang, Polisi: Sudah Kami Ajukan ke Pengadilan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kantor-Imigrasi-Kelas-I-TPI-Batam.jpg)