Berita Viral

GEGARA Utang Piutang Adik Bunuh Kakak Kandungnya, Tetangga Heran Padahal Kompak Main Game Online

Kasus adik bunuh kakak kandung di rumah kontrakannya di Jalan Taman Darmo Indah Selatan Gang GG, RW 05, Karangpoh, Tandes, Surabaya, pada Selasa (30/7

HO
Kasus adik bunuh kakak kandung di rumah kontrakannya di Jalan Taman Darmo Indah Selatan Gang GG, RW 05, Karangpoh, Tandes, Surabaya 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus adik bunuh kakak kandung di rumah kontrakannya di Jalan Taman Darmo Indah Selatan Gang GG, RW 05, Karangpoh, Tandes, Surabaya, pada Selasa (30/7/2024).

Pembunuhan ini disebabkan masalah uang dan utang piutang. 

Mereka terlibat saling cekcok dengan nada suara yang tinggi hingga terdengar ke rumah tetangga. 

Perkelahian ini berujung sang kakak meninggal dunia Senin (29/7/2024) dini hari.

Kapolsek Tandes Polrestabes Surabaya Kompol Budi Waluyo menduga, pangkal permasalahan yang membuat kakak beradik tersebut cekcok hingga salah satunya tewas terbunuh karena dipicu permasalahan uang.

Kendati demikian pihaknya masih akan menunggu hasil lengkap gelar perkara atas penyidikan terhadap si terduga pelaku berinisial PR, pada Rabu (31/7/2024).

"Permasalahan dipicu uang. Penyampaian yang tidak pas, akhirnya ribut, dan terjadi penganiayaan," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Rabu (31/7/2024).

Lalu di lain sisi, Sekuriti perumahan, Septa Eka Pratama (23) menerangkan kondisi keluarga korban dan pelaku.

Ternyata, korban dan pelaku sebenarnya merupakan tiga bersaudara.

Ketiganya hidup dalam pengasuhan ibunda kandung seorang, karena ayahanda mereka telah tiada.

"Setahu saya sekitar 4-5 tahunan. Ini kontrak. Awal-awal covid, tahun 2019 bulan-bulan akhir. Nah, saya di tahun itu, saya kerja sebagai tim kebersihan di perumahan," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi, Rabu (31/7/2024).

Baca juga: Kelakuan Zyuhal Laila Penipu Jemaah Umrah Rp4,9 Miliar, Joget-joget Acungkan Jempol Depan 189 Korban

Baca juga: MIRIS, Gara-gara tak Diberi Uang Rp2 Juta, Anak Nekat Bakar Rumah Ortu, Ternyata Untuk Judi Online

Korban wanita SA merupakan anak pertama. Kemudian, wanita PR, si terduga pelaku, merupakan anak kedua.

Dan, anak ketiga, laki-laki berinisial JNT (23) yang bekerja sebagai pegawai jasa pencucian mobil di kawasan Kecamatan Tandes, Surabaya.

Cuma, sejak Bulan Maret-April, PR beserta ibundanya berinisial EN, tidak lagi tinggal di rumah tersebut.

Kabarnya, PR dan EN mengontrak di sebuah rumah kawasan Kelurahan Manukan, Tandes, Surabaya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved