Berita Viral

PULUHAN Warga Ngamuk Geruduk RS Setelah Bayi Meninggal Gegara Penanganan yang Lambat

RSUP dr Johanes Leimena Ambon diduga menelantarkan bayi yang sedang sakit hingga berujung meninggal dunia. 

tribunnews
ilustrasi. RSUP dr Johanes Leimena Ambon diduga menelantarkan bayi yang sedang sakit hingga berujung meninggal dunia.  

TRIBUN-MEDAN.com - RSUP dr Johanes Leimena Ambon diduga menelantarkan bayi yang sedang sakit hingga berujung meninggal dunia. 

Kasus ini membuat warga geram. 

Puluhan warga menggeruduk rumah sakit meminta pertanggungjawaban atas insiden ini.  

Korban seorang bayi 2 tahun inisial AW telah menjalani perawatan sejak Senin (30/3/2026) akibat penumpukan cairan di bagian perut.

Namun, pihak keluarga menilai tidak ada penanganan serius yang diberikan sejak awal.

“Sejak masuk di IGD, anak saya hanya mendapat suntikan penghilang rasa sakit. Tidak ada penanganan lanjut,” kata Gani kepada wartawan di RSUP Ambon.

Ayah korban, Gani Purbaya Wowotubun, mengaku sangat kecewa karena berharap rumah sakit rujukan tersebut mampu memberikan penanganan maksimal.

“Beta (saya) yakin rumah sakit yang besar ini bisa selamatkan beta punya anak, tapi ternyata tidak bisa,” ujarnya.

Baca juga: PEKERJA Gudang Tewas Terlindas Saat Tidur di Kolong Truk, Sopir Tak Lihat Korban di Kolong

Baca juga: Fenomena Benda Langit Misterius di Lampung: Bukan Meteor, Tapi Sampah Antariksa

Baca juga: NASIB Konten Kreator di Demak Tewas Tenggelam di Sungai Saat Rekam Debit Air Naik

Kekecewaan serupa juga disampaikan keluarga lainnya yang menilai adanya keterlambatan penanganan terhadap pasien.

"Kami keluarga merasa kecewa atas kematian adik kami, karena pelayanan dan juga petugas dalam penanganan pasien, dikarenakan kelalaian dan terkesan lambat dalam penanganan kepada adik perempuan kami,” kata Risky Rahakbauw.

Aksi protes sempat diwarnai emosi dari keluarga pasien, namun situasi tetap terkendali dengan pengawalan petugas keamanan rumah sakit dan aparat kepolisian.

Pemerintah Provinsi Turun Tangan

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku menyatakan akan segera melakukan koordinasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini.

Juru Bicara Gubernur Maluku, Kasrul Selang, menegaskan bahwa pihaknya akan meminta klarifikasi langsung dari manajemen rumah sakit.

“Ini kan bukan rumah sakit milik provinsi jadi kita harus tanyakan lagi ke mereka apa penyebabnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved