Berita Viral

Napi Tewas Tergantung Dalam Penjara Bulak Kapal, Keluarga Curiga Korban Sempat Minta Uang Rp 3 Juta

Polres Bekasi memeriksa 6 orang napi terkait seorang napi tewas tergantung di dalam penjara. ZAN (26) ditemukan tewas tergantung dengan handuk di da

HO
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polres Bekasi memeriksa 6 orang napi terkait seorang napi tewas tergantung di dalam penjara. 

ZAN (26) ditemukan tewas tergantung dengan handuk di dalam penjara.

Padahal ZAN masih empat hari mendekam dalam penjara. 

Keluarga ZAN merasa curiga dengan kematian tersebut. 

Mereka mengungkapkan ada kejanggalan sebelum ZAN tewas. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi.

"Saksi saat ini sudah enam yang diperiksa, dari petugas lapas dan tahanan yang satu sel dengan korban," kata Firdaus, Minggu (14/7/2024).

Firdaus belum dapat menjelaskan lebih detail hasil pemeriksaan saksi-saksi, seluruh keterangan masih didalami penyidik.

"Masih didalami karena kita masih menunggu hasil ekshumasi (pembongkaran makam untuk kepentingan autopsi)," ungkapnya.

Ekshumasi atau pembongkaran makam ZAN dilakukan tim dokter forensik Polda Sumatera Utara, tahanan kasus narkotika itu dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Tapanuli Tengah.

ZAN terjerat kasus narkotika saat berada di Kota Bekasi, dia ditangkap Polda Metro Jaya lalu ditahan di Lapas Bulak Kapal selama proses persidangan.

Baca juga: Rumahnya Digeledah KPK, Balon Bupati Bangkalan Mahfud Mundur dari Pilkada, Dugaan Korupsi Dana Hibah

Baca juga: PREDIKSI Final Copa America 2024, Lionel Messi Buang 1 Ketakutan Demi Kenyamanan Argentina

Baru empat hari mendekam di tahanan, dia ditemukan tewas tergantung di kamar jeruji Lapas Kelas IIA Bulak Kapal, Jalan Pahlawan, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Minggu 19 Mei 2024.

Jasad ZAN ditemukan tergantung dengan cara leher dijerat menggunakan kain handuk di kamar mandi tahanan.

Perwakilan pihak keluarga sempat menolak untuk dilakukan autopsi dan memilih untuk memulangkan jenazah ke kampung halaman di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Setibanya di kampung halaman, keluarga inti ZAN merasa janggal dan melaporkan kematian anggota keluarganya terkait dugaan penganiayaan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved