Berita Medan
SOSOK Taruli Pasaribu, Desainer Muda Asal Sumut, Pernah Hadirkan Karya dari Ulos Asli Siantar
Taruli mulai menyukai dunia fashion sejak duduk di bangku SMK, kemudian melanjutkan pendidikan di Yap mode Fashion School.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menciptakan berbagai pakaian unik dengan tangannya, menjadi kesenangan tersendiri bagi wanita bernama lengkap Taruli Mida Asi Br Pasaribu.
Di usianya yang masih muda, Taruli sudah mengukir berbagai karya melalui hasil rancangan busananya di berbagai event.
Taruli mulai menyukai dunia fashion sejak duduk di bangku SMK, kemudian melanjutkan pendidikan di Yap mode Fashion School.
"Awalnya nggak tertarik dengan dunia fashion, tetapi makin kesini semakin tertarik, apalagi sejak mendapatkan juara 1 di salah satu perlombaan pada tahun 2022 lalu," ujar Taruli kepada Tribun Medan.
Pada ajang tersebut, Taruli membawakan gaun bernama the golden angel yang memberinya semangat untuk terus berkarir di dunia fashion.
Mulai dari sana Taruli kerab mengukir berbagai prestasi lainnya, mulai dari sponsor berbagai event dan menjadi perancang busana bersama Dekranasda Pematang Siantar di event Sumut fashion week Medan.
Taruli memiliki desain khasnya sendiri, pada kesempatan bekerjasama dengan Dekranasda beberapa waktu lalu, ia menuangkan karakter tersendiri di desainnya.
Pada kesempatan itu, ia menggunakan Ulos asli Siantar Mertab dan Sibolang rasta premium tenun Siantar, dengan gaya busana etnik kontemporer yang bebas namun berkesinambungan dengan 4 koleksi busana.
Ditambahkannya ide nama koleksi busana ini terinspirasi dari opung (kakek/nenek) yang memberi nama Taruli.
"Nama ini sangat serasi bagi saya dimana saya bisa berkarya dengan menampilkan hasil karya busana saya, dan telah dua kali diselenggarakan oleh Assosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI)," katanya.
Taruli Pasaribu merupakan Desainer muda asli purti kelahiran kota Siantar dan masih berusia 19 tahun, turut menampilkan hasil karyanya berkolaborasi dengan Dekranasda dan penenun lokal asli Siantar, adalah kesempatan berharga baginya.
Fashion merupakan salah satu sektor yang seolah nggak ada matinya. Apalagi tren fashion selalu berkembang dalam waktu yang relatif singkat. Dalam satu tahun saja, kamu bisa menemukan banyak tren sekaligus.
Maka dari itu, nggak heran bahwa bekerja di bidang fashion menjadi cita-cita banyak orang. Sebab, bidang ini dianggap menawarkan prospek kerja yang cukup menjanjikan.
Dalam waktu dekat Taruli akan menamatkan studinya di Yap Mode Fashion School, dari sana ia berharap bisa mengukir prestasi lainnya dengan desain menariknya.
"Bulan depan aku akan lulus dari studi aku di Yap Mode Fashion, semoga aku bisa mengukir prestasi lainnya setelah ini. Aku juga berharap ada kerjasama lainnya dengan pemerintah," ungkapnya.
| 13 Fitur AI Diperkenalkan, Permudah Mobilitas hingga Pengelolaan Usaha |
|
|---|
| Penjaga Malam Dibacok Geng Motor Usai Kejar Pelaku Perampasan Tas, Kini Dirawat di RS Eshmun |
|
|---|
| Gowes ke Kantor, Rico Waas Beri Pesan Surat Edaran Tentang Transformasi Budaya Kerja ASN |
|
|---|
| Kepala Disnaker Medan: 110 Ribu Pencari Kerja Dalam Setahun, Mahasiswa Disiapkan Sejak Dini |
|
|---|
| Cerita Lidya, Agen Lion Parcel di Medan, Tumbuh Berkat Tren Bisnis Fesyen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Taruli-Mida-Asi-Br-Pasaribu.jpg)