Breaking News

Penutupan Kawah Ijen

Kawah Ijen Ditutup, Ini Sederet Faktanya, Mulai dari Blue Fire Hingga Wisatawan Tewas

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) resmi menutup Kawah Ijen dengan batas waktu tidak ditentukan

Editor: Array A Argus
KOMPAS/HARRY SUSILO
Petambang sedang mengambil belerang di kawasan Kawah Ijen, Jawa Timur, Selasa (12/11/2013). Dalam sehari, seorang petambang dapat membawa belerang 60 hingga 140 kilogram dengan imbalan Rp 780 per kilogram. Untuk menambah penghasilan, sebagian dari petambang juga berprofesi sebagai pemandu wisata bagi turis yang berkunjung ke kawah di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) mengumumkan bahwa objek wisata Kawah Ijen ditutup mulai hari ini, Rabu (3/12/2024).

Kabar penutupan Kawah Ijen ini sejalan dengan terbitnya Surat Edaran BBKSDA nomor SE.01/K2/BIDTEK.1/KSA/01/2024 tentang Penutupan Kawasan TWA Kawah Gunung Ijen.

Dalam surat yang ditandangani Kepala BBKSDA Jawa Timurm Nur Patria yang terbit pada Selasa (2/1/2024) kemarin dijelaskan, bahwa penutupan Kawah Ijen ini tidak ditentukan batas waktunya.  

Menurut pihak BBKSDA, penutupan Kawah Ijen di awal tahun 2024 ini baru kali pertama dilakukan.

Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya, tindakan serupa tidak pernah dilakukan.

Adapun alasan penutupan Kawah Ijen ini karena beragam persoalan di sana.

Mulai dari adanya konflik masyarakat penambang blerang dengan pihak PT Candi Ngarimbi, hingga adanya wisatawan yang meninggal dunia.

Berikut catatan penutupan Kawah Ijen yang dilansir dari Kompas.com.

Polemik api biru (blue fire) Kawah Ijen

Pada September 2023 lalu, masyarakat Banyuwangi dihebohkan dengan permasalahan blue fire yang selama ini jarang diketahui oleh publik.

Polemik itu bermula dari perbedaan pendapat antara PT Candi Ngrimbi, selaku perusahaan pengepul belerang di TWA Kawah Ijen dan para pelaku wisata.

Saat itu PT Candi Ngrimbi, merasa produksi belerangnya menurun.

Para penambang kemudian menyiramkan air ke area blue fire, demi produksi belerang.

Penyiraman api biru dengan air itu tidak semata-mata untuk menghilangkan api di Kawah Ijen.

Namun untuk menjaga belerang yang masih cukup banyak di sekitar kawah.

Dikatakan, ada sebanyak 60 ton belerang yang menjadi salah satu alasan penyiraman air.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved