Pembunuhan di Subang
Peristiwa Pembunuhan Tuti dan Amalia Makin Jelas hingga Motif Keuangan yang Dikelola Tuti dan Amalia
Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan mengatakan, dari keterangan M Ramdanu alias Danu, penyidik kemudian mencocokkan dengan kondisi di TKP
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Surawan mengatakan, mengenai dugaan motifnya ke persoalan yayasan, ia mengaku perlu menggali kembali keterangan dari para tersangka. "Motif nanti kami masih mendalami lagi para tersangka. Memang di situ ada yayasan, tapi kami belum mendapatkan keterangan terkait motif," katanya, Jumat (20/10/2023).
Keberadaan yayasan itu pun sempat menimbulkan petisi supaya polisi mengusut dugaan pencucian uang.
Namun Surawan menegaskan, penyidik masih mendalami motif dari kasus tersebut. "Secara operasional (yayasannya) masih aktif. Nanti kalau sudah ada motifnya, kami sampaikan pada rekan-rekan. Pasti akan kami dalami bukan hanya terkait yayasan, tapi semuanya," ujar pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Polda Jabar sudah menetapkan lima tersangka yaitu M Ramdanu alias Danu, yang merupakan keponakan serta sepupu korban.
Kemudian suami sekaligus ayah korban, Yosep Hidayah, istri muda Yosep, Mimin, serta kedua anak tirinya Arighi Reksa Pratama dan Abi.
Dari kelimanya, baru Danu dan Yosep yang ditahan penyidik Polda Jabar. Kelimanya pun terancam dikenakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana maksimal yaitu hukuman mati.
Ahli Forensik: Seharusnya Dulu Sudah Ada Penetapan Tersangka
Sementara, Ahli forensik, dr. Sumy Hastry Purwanti pernah buka suara terkait kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika ratu (23) di Subang itu.
Melalui podcast di YouTube Deddy Corbuzier pada Mei 2023, Dokter Hastry mengatakan bahwa dia turut terlibat dalam otopsi dua jenazah tersebut.
Menurutnya, dari hasil otopsi yang dilakukan, sejumlah data sudah ia sajikan, namun belum juga ada penetapan tersangka. “Belum ditangkap pelakunya, padahal saya udah otopsi kedua, padahal saya sudah jelaskan, sudah paparkan, sudah kasih clue-clue-nya gitu kan, tapi ya, belum ada tersangka sampai sekarang,” ujar Dokter Hastry.
Dokter Hastry mengaku gemes, pasalnya berdasarkan clue yang sudah ia paparkan dari hasil otopsi, seharusnya pihak kepolisian sudah bisa mengembangkan dan menetapkan tersangka, namun pada kenyataannya tersangka belum juga ditemukan. “Padahal menurut saya itu bisa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dokter Hastry pun mengungkap bahwa proses pengambilan DNA pun sudah dia lakukan, namun belum ada yang cocok. "Karena nggak ada yang cocok, akhirnya kita carilah dari garis keturunan sang ibu. Ya kan, siapa tahu ada yang cocok. Ternyata belum dikerjakan juga,” ungkapnya.
Lantas, Hastry pun menyebut jam kematian. Ketika bicara mengenai jam kematian, kata dia, jelas bahwa korban yakni Tuti dan Amalia meninggal dunia akibat dibunuh.
Dia mengunggkap, Tuti meninggal pada jam 02.00 – 04.00 dini hari, Adapun Amalia meninggal pada jam 04.00 – 06.00 WIB. "Saya bermain dong di jam itu, ‘HP siapa yang online’ Ambillah DNA-nya. Di TKP tuh ada dua DNA yang kita duga sebagai pelakunya," katanya.
Terakhir, Hastry memohon maaf kepada Kabareskrim karena telah membeberkan kasus ini, pasalnya, kata dia warganet kerap menanyakan terkait kelanjutan kasus Subang ini. Apalagi, korban juga disebut kerap mendatanginya lewat mimpi. Semoga dengan ini bisa terungkap kasus subang,” harap Dokter Hastry.
(*/tribun-medan.com)
Artikel ini diolah dari TribunnewsBogor.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Danu-dan-Amalia-Mustika-Ratu.jpg)