Perampokan dan Pembunuhan
Niat Cari Rezeki, Ramli Lumbangaol, Pensiunan PNS yang Jadi Driver Taksi Online Dirampok dan Dibunuh
Kisah tragis menimpa Ramli Lumbangaol, pensiunan ASN yang kini jadi driver taksi online. Ia dirampok dan dibunuh penumpang
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kisah tragis dan memilukan menimpa Ramli Lumbangaol (60), pensiunan PNS yang kini jadi driver taksi online.
Saat dirinya berniat mencari rezeki yang halal, Ramli Lumbantobing justru menjadi korban perampokan dan pembunuhan oleh penumpangnya sendiri.
Tragisnya, setelah dirampok dan dibunuh, Ramli Lumbantobing yang merupakan warga Dusun Pamah Sumilir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat itu justru dibuang di Jalan Telaga Dingin, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.
Menurut Kapolsek Sunggal, Kompol Candra Yudha, aksi perampokan dan pembunuhan yang dialami korban ini berlangsung pada Senin (9/4/2023) kemarin.
Saat itu, korban yang memasuki usia senja ini menerima orderan penumpang di Jalan Telaga Dingin.
Lalu, korban memacu kendaraannya jenis Daihatsu Xenia BK 1392 RW menuju ke lokasi.
Baca juga: Warga Demo di PN Stabat Menjelang Vonis 5 Pelaku Pembunuhan Eks Anggota DPRD Langkat
Sampai di lokasi, pensiunan PNS ini kemudian bertemu dengan tersangka Caesar Veron Manurung (20).
Pelaku kemudian masuk ke dalam mobil, dan duduk di bangku belakang.
Saat berada di dalam mobil, pelaku yang merupakan warga Jalan Karya, Gang Adil Baru, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan ini lantas minta diantarkan ke kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang.
Begitu mobil melaju beberapa meter, tersangka yang sudah menyiapkan pisau lalu menghujamkan senjatanya ke arah dada korban sebanyak lima kali.
Baca juga: MEMANAS! Yenny Wahid Ultimatum Cak Imin, Sebut Tak Akan Dukung Anies Baswedan : Sulit Bagi Kami
Korban yang sudah berusia lanjut kemudian tak bisa melakukan perlawanan.
Dalam kondisi sekarat, korban kemudian dibuang pelaku di Jalan Telaga Dingin tersebut.
Korban sempat berteriak meminta pertolongan warga.
Karena korban masih bernapas, pelaku yang ketakuran kemudian melarikan diri ke arah Kota Binjai.
Sampai di jalan lintas Medan-Binjai, pelaku yang panik lalu kemudian menabrak sejumlah kendaraan.
Polisi yang menerima laporan itu kemudian datang ke lokasi.
Baca juga: Tak Punya Rumah Pribadi, Ganjar Pranowo Kini Numpang di Tempat Saudara Usai Keluar dari Rumah Dinas
Dibantu warga, polisi kemudian membawa pelaku ke Polsubsektor Diski Polsek Sunggal.
"Dari hasil interogasi awal, pelaku ini mengaku memang sudah merencanakan perampokan itu," kata Candra.
Ia mengatakan, saat ini pelaku masih dimintai keterangannya di Polsek Sunggal.
Belum dapat dipastikan, apakah tersangka ini pengguna narkoba atau bukan.
Polisi juga masih mendalami lebih lanjut, apakah tersangka merupakan sindikat perampok driver taksi online atau bukan.
Sebab, baru-baru ini, terjadi aksi serupa di kawasan Helvetia.
Kasus Serupa Pernah Terjadi, Pelaku Suami Istri
Kasus serupa pernah terjadi di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Pasangan suami istri nekat merampok driver taksi online.
Adapun identitas pelaku yakni Zainuddin Tarigan dan Yeni Kartika.
Keduanya merampok bersama keponakannya, yakni Muhammad Rulen Afan Tarigan.
Saat berada di kantor polisi, tersangka Yeni mengakui sudah berencana merampok korban.
Ia dan suaminya nekat merampok karena terlilit utang untuk menebus motor yang digadaikan.
Baca juga: Curiga dengan Gelagatnya, Pria Ini Rekam Aktivitas Wanita Selama 2 Jam, Ternyata Pelaku Pencurian
"Utang kereta (motor) digadaikan. Makanya (kami) merencanakan aksi ini," kata Yeni menundukkan kepalanya dalam-dalam, Selasa (29/8/2023).
Sementara itu, korbannya Samsul Bahri mengatakan bahwa peristiwa perampokan yang menimpa dirinya terjadi pada Minggu (27/8/2023) malam.
Bermula saat temannya menawarkan orderan tanpa aplikasi menuju Jalan Setia Luhur, Kecamatan Medan Helvetia.
"Ordenya offline, itu pun dikasih kawan. Kawan nelpon, nawarin. Setelah itu saya menuju ke Irian Marelan, jam 11 malam," kata Samsul saat diwawancarai, Selasa (29/8/2023).
Setibanya di sana, ia bertemu dengan tiga orang pelaku.
Baca juga: Danpomdan Jaya Sebut Video Viral Pria Dicambuk di Mobil Bukan Kasus Penganiayaan Imam Masykur: Hoax!
"Naiklah mereka tujuannya ke Jalan Setia Luhur. Di tengah jalan, saya diminta berhenti untuk singgah ke ATM," sebutnya.
Ketika itu, korban tak menaruh curiga kepada para pelaku.
Setelah berhenti, perempuan yang duduk di sampingnya itu pun langsung turun dan menuntup pintu mobil.
Disaat itu, kedua pelaku laki-laki yang duduk di bangku belakang langsung menodongkan pisau ke arah lehernya.
Dibawa ancaman, korban yang ketakutan menuruti permintaan dari kedua pelaku ini.
Baca juga: Jokowi Turut Hadiri Deklarasi Relawan Bobby Nasution, Pengamat Politik: Keberhasilan Kepala Keluarga
"Saya dicekik pakai tangan, setelah itu pisau ke leher saya. Satu pelaku lagi mengikat saya dan menyeret saya ke bangku belakang," bebernya.
Kemudian, dikatakannya, tak lama pelaku perempuan yang keluar tadi kembali masuk dan salah satu pelaku pindah ke bangku sopir.
"Setelah masuk perempuan itu langsung mobil berjalan, dan sempat berhenti nurunkan perempuan itu," ungkapnya.
Samsul menjelaskan, setelah perempuan itu turun, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dan kembali berhenti di Jalan Megawati, Binjai.
Di sana, ia diturunkan oleh para pelaku di tengah jalan, dan kedua pelaku pergi membawa mobil Toyota Calya merah miliknya.
"Ada sekuriti di sana nolongin saya, kemudian saya minta diantar ke rumah teman. Setelah itu baru ngabari ke grup-grup soal kejadian ini, dan baru melapor ke polisi," ujarnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Helvetia, Iptu Ibrahim Sofi menyampaikan, setelah kejadian polisi langsung menangkap para pelaku.
Baca juga: Syoknya Gadis Asal Malaysia ini Ketika Nginap di Kamar Hotel, Kaki Ditarik-tarik Makhluk Halus
Sudah Direncanakan
Zainuddin Tarigan (36) dan Yeni Kartika (29), pasangan suami istri ini nekat melakukan aksi perampokan terhadap driver taksi online bernama Samsul Bahri.
Korban sempat dibuang oleh para pelaku di Jalan Megawati, Kota Binjai, yang berbatasan langsung dengan Kota Medan.
Dalam melancarkan aksinya, pasangan suami istri ini mengajak M Rulen Afan Tarigan.
Ia adalah keponakan dari Zainuddin Tarigan.
Baca juga: Keluarga Histeris Pasien Meninggal Jatuh di Toilet RS, Diduga Keluarga Tak Diizinkan Menemani
Menurut ketiganya, aksi ini sudah direncanakan dengan matang.
Kronologis Perampokan
Informasi diperoleh Tribun-medan.com di kepolisian, aksi perampokan ini bermula saat Zainuddin dan para tersangka lainnya memesan taksi online dengan niat untuk merampok pada Sabtu (26/8/2023) malam.
Lalu, Zainuddin dan istrinya mengirimkan pesan via WhatsApp ke korban.
Modusnya, korban ditawari mengantar para pelaku, tapi tidak menggunakan aplikasi.
Agar korbannya yakin dan percaya, para pelaku kemudian mengiming-imingi sejumlah uang.
Baca juga: Pembelian Elpiji 3 Kg Harus Pakai KTP per 1 Januari, Begini Cara Mendaftar
Karena memang lagi butuh uang, korban pun akhirnya mau ditawari untuk menjemput dan mengantarkan para pelaku ke suatu tempat.
Pada malam itu, korban menjemput para pelaku di Jalan Marelan Raya.
Kebetulan, rumah para pelaku ini ada di Jalan Marelan, Pasar IV Barat, Kecamatan Medan Marelan.
Setelah menjemput para pelaku, korban pun memacu kendaraannya melintasi Jalan Asrama, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Sampai di sana, pelaku Zainuddin pura-pura meminta korban agar menghentikan mobilnya.
Baca juga: IMBAS Kasus Bayi Tertukar, Pasien di RS Sentosa Menurun Drastis, Begini Nasib 300 Karyawannya
Alasannya, ia ingin mengambil uang di ATM.
Karena yakin, korban pun menghentikan mobil di pinggir jalan.
Begitu mobil berhenti, pelaku yang sudah menyiapkan pisau langsung mencekik leher korban dari belakang.
Zainuddin juga menodongkan senjata tajam ke leher korban.
Dalam kondisi tak berdaya, korban cuma bisa pasrah.
Baca juga: HASIL Lengkap Bola Tadi Malam, Liverpool Mengejutkan, Barcelona Menang Dramatis, Juventus Imbang
Lalu, pelaku M Rulen Afan Tarigan kemudian mengikat kedua tangan korban.
Setelah korbannya dilumpuhkan, tersangka Zainuddin mengambil alih kemudi mobil Toyota Calya merah BK 1743 AU milik korban.
Zainuddin kemudian melaju ke Jalan Bakti Luhur menuju ke rumah mertuanya, untuk mengantarkan sang istri.
Setelah itu, Zainuddin dan M Afan Rulen Tarigan beranjak ke Kota Binjai.
Di Jalan Megawati, korban yang diikat kemudian dibuang di pinggir jalan.
Baca juga: Berbeda dengan Siti, Dian Ternyata tak Bahagia Tahu Bayi yang Dirawatnya Bukan Anak Kandungnya
Selanjutnya, kedua pelaku mengarah ke Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai untuk menjual mobil korban.
"Saat kami amankan, mereka sedang ingin menjualkan mobil milik korban kepada orang yang tidak dikenal dengan harga Rp 20 juta," kata Kanit Reskrim Polsek Helvetia, Iptu Ibrahim Sofi, Minggu (27/8/2023).
Saat ini, lanjut Sofi, ketiga tersangka sudah berada di Polsek Helvetia.
Ketiga tersangka kini masih dalam proses pemeriksaan.(tribun-medan.com)
Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ramli-Lumbangaol-60-driver-taksi-online.jpg)