Berita Viral

IMBAS Kasus Bayi Tertukar, Pasien di RS Sentosa Menurun Drastis, Begini Nasib 300 Karyawannya

Kedua orang tua bayi yang tertukar yaitu Siti dan Dian kini telah bersama darang daging mereka sendiri, setelah satu tahun merawat bayi yang salah.

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
HO
KASUS BAYI TERTUKAR Pemilik RS Sentosa Bogor menjadi sorotan. Sosok di balik PT Pelita Medika Sentosa adalah dr Frits Max Rumintjap. Saat ini, ia menjabat sebagai Komisaris Utama RS Sentosa. Frits Max Rumintjap sendiri merupakan seorang dokter spesialis kandungan yang juga merupakan mantan dokter militer di TNI AU dengan pangkat terakhir Kolonel. Saat masih berdinas di TNI AU, Frits Max Rumintjap sempat menjabat sebagai Kepala RS TNI AU Atang Sanjaya Bogor. (HO) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus tertukarnya bayi di Rumah Sakit Sentosa Bogor telah berakhir dengan 'happy ending'.

Kedua orang tua bayi yang tertukar yaitu Siti dan Dian kini telah bersama darang daging mereka sendiri, setelah satu tahun merawat bayi yang salah.

Namun bagi Rumah Sakit Sentosa, kasus ini justru menjadi awal yang tak baik.

Selain ada kabar orang tua bayi akan menuntut secara hukum rumah sakit tersebut, kini kepercayaan publik mulai merosot.

Rumah sakit tersebut mengalami dampak penurunan pasien secara drastis.

Pengunjung yang datang untuk pelayanan kesehatan ke rumah sakit tersebut anjlok pasca kejadian ini menghebohkan masyarakat.

Warga sekan-akan kehilangan kepercayaan atas RS Sentosa Bogor.

Pihak RS mengaku jumlah pasien kini anjlok alias menurun jauh.

Mereka pun kini memikirkan nasib 300 karyawan yang mencari nafkah di Rumah Sakit Sentosa.

Setelah peristiwa bayi tertukar antara keluarga Ibu S dan Ibu D mencuat, pihak rumah sakit tempat bersalinnya dua bayi tertukar tersebut terkena dampak hebat.

Pengunjung yang datang untuk pelayanan kesehatan ke rumah sakit ini anjlok pasca kejadian ini heboh.

Hal ini diakui oleh Juru Bicara Rumah Sakit Sentosa, Gregg Djako.

"Jelas dampaknya sangat dirasakan, pasien menurun jauh," kata Gregg Djako kepada wartawan, Minggu (27/8/2023).

Dia mengatakan bahwa karena kasus ini pihaknya kini menjadi sorotan dan ini merupakan sanksi sosial yang harus diterima.

Namun, kata dia, di rumah sakit ini ada 300 lebih karyawan yang juga perlu jadi perhatian semua pihak.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved