Pembunuhan
Update Pembunuhan Yosua Samosir oleh Pria Cepak, Polisi Periksa Remaja yang Sempat Diculik Pelaku
Polrestabes Medan mengaku sudah memeriksa seorang remaja yang sempat diculik pria cepak pelaku pembunuh Yosua Samosir
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan pihaknya sudah memeriksa remaja yang sempat diculik pria cepak pembunuh Yosua Samosir.
Namun, Fathir belum mau membeberkan hasil pemeriksaan tersebut.
"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap remaja itu, nanti kita sampaikan kalau sudah ketangkap pelakunya," kata Fathir kepada Tribun-medan.com, Rabu (26/7/2023).
Ia mengatakan, kasus pembunuhan Yosua Samosir ini masih dalam penyelidikan.
"Pelakunya masih kami kejar," kata Fathir.
Kasus pembunuhan Yosua Samosir, pemilik warung kopi yang tak jauh dari markas Komando Sektor I/Medan TNI AU Lanud Soewondo masih misterius.
Sampai saat ini, pria cepak pelaku pembunuhan Yosua Samosir belum tertangkap.
Sempat ada kabar dari kerabat korban, bahwa pelaku pembunuhan Yosua Samosir tinggal di mess Kosek.
Namun, kabar itu dibantah oleh Pabanda Pamadya Kosek I/Medan TNI AU, Mayor Indra Paulus.
Katanya, pelaku pembunuhan Yosua Samosir tidak tinggal di mess Kosek I/Medan.
Ia menegaskan, pihaknya sudah melakukan pencarian dan pendataan, bahwa tidak ada anggota yang melakukan tindak pidana dimaksud.
"Kami secara internal sudah melakukan kroscek kepada seluruh anggota. Kami melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian Polrestabes," kata Paulus kepada Tribun-medan.com, Senin (24/7/2023).
Ia mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Polrestabes Medan untuk mengungkap kasus ini.
"Saya pastikan tidak ada (anggota yang terlibat)," kata Indra.
Ia mengatakan, pihaknya pun sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.
Saat itu, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian.
Senada disampaikan Komandan Satuan Provost Kosek I/Medan TNI AU, Lettu Pom Heru Sisyanto.
Katanya, tidak ada anggota TNI AU yang membunuh warga.
"Kalau pun memang itu pelaku nya ada dari TNI AU akan kami proses sesuai hukum. Tapi sementara masih proses penyelidikan pelakunya," kata Heru.
Terpisah, Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Kosek I/Medan, Letda Dani mengatakan pihaknya mendukung penuh polisi mengungkap kasus ini.
Katanya, jika benar ada oknum anggota terlibat membunuh pemilik warung kopi tersebut, dipastikan akan menjalani hukuman sesuai perundang-undangan yang berlaku.
"Kami TNI AU mendukung penuh penyelidikan dari pihak yang berwajib, sama-sama kita tunggu prosesnya. Nanti siapa pelakunya diproses hukum," ujarnya.
Polisi Sita CCTV
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa mengaku sudah menyita rekaman CCTV yang berisi sosok pembunuh Yosua Samosir, pemilik warung kopi di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.
Namun, Fathir mengatakan belum ada kesimpulan dari hasil analisa rekaman CCTV itu.
Ia mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan serangkaian fakta atas kasus pembunuhan ini.
"Masih mengumpulkan fakta-fakta di lapangan. Ada tujuh orang saksi yang kami periksa," kata Fathir, Senin (24/7/2023).
Baca juga: Kosek I/Medan TNI AU Bantah Ada Anggota Terlibat Pembunuhan Pemilik Warung Kopi
Fathir menegaskan, pihaknya melakukan proses penyelidikan hingga pemeriksaan saksi sesuai prosedur yang berlaku.
"Pemeriksaan sesuai SOP. Sudah kami olah TKP juga," kata Fathir.
Ia mengatakan, jenazah korban sudah dilakukan autopsi.
Dari hasil autopsi, memang ditemykan luka parah di bagian leher.
"Luka senjata tajam cukup parah di bagian leher itu yang menyebabkan korban meninggal dunia," imbuhnya.
Sempat Disebut Warga Pelaku Tinggal di Mess Kosek
Misteri pembunuhan Yosua Samosir, yang dilakukan pria cepak berbadan tegap di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polobia, Kota Medan mulai menemukan titik terang.
Ada warga yang bilang, bahwa pria cepak berbadan tegap yang menikam leher dan bau pemilik warung kopi itu sempat mengaku tinggal di mess Kosek Hanudnas III TNI AU Lanud Soewondo Medan.
Namun, warga tak sempat menanyakan identitas pelaku.
Setelah ribut-ribut pada Minggu (23/7/2023) dinihari itu, pelaku yang sempat jatuh ke dalam parit akibat ditendang korban kemudian kabur meninggalkan lokasi.
Baca juga: Pelaku Penikaman Kabur ke Rumah Dinas Kapolres Tebingtinggi, Korban Bercucuran Darah
Padahal, sejumlah warga sudah sempat menghalau pelaku.
"Awalnya kami enggak nyangka dia (pelaku) senekat itu, langsung ditikamnya leher korban sampai tembus," kata Berto Siagian, keponakan dari Yosua Samosir, Minggu siang.
Berto mengatakan, penikaman ini bermula dari adanya cekcok mulut antara pelaku dengan sejumlah remaja yang dituduh melakukan balap liar.
Pada dinihari itu, korban yang tengah menjaga warung sempat berniat ingin melerai keributan.
Belakangan, saat korban dan saksi mendekati mobil yang dibawa pelaku, di dalamnya ternyata ada seorang remaja yang mereka kenal.
Baca juga: Yosua Samosir Dibunuh, Leher Ditikam Pria Cepak dekat Markas TNI AU Lanud Soewondo, Ini Kronologinya
Remaja tersebut sudah dalam keadaan lebam.
Sehingga, korban kemudian meminta agar pelaku segera menurunkan remaja yang disebut-sebut bernama Andre itu.
Namun, pelaku tidak mau menuruti permintaan korban, sehingga kemudian terjadilah pembunuhan itu.
"Dia (pelaku) masuk ke dalam mobil. Rupanya ngambil sangkur," kata Berto.
Selanjutnya, pelaku langsung menancapkan sangkurnya ke leher dan bau korban.
Baca juga: Tusuk Ayahnya 5 Kali Pakai Sangkur hingga Tewas Bersimbah Darah, Prada DR Dipecat TNI dan Dipenjara
Seketika, korban terhuyung-huyung masuk ke dalam warungnya dalam keadaan bersimbah darah.
Warga dan saksi sempat berupaya membawa korban ke RSUP Adam Malik Medan
Nahas, karena diduga kehabisan darah, korban kemudian meninggal dunia.
Dugaan Senggolan di Jalan
Sejumlah warga yang diwawancarai Tribun-medan.com mengatakan, sebelum pembunuhan terhadap Yosua Samosir terjadi, sempat terjadi keributan di sekitar SMA Negeri 2 Medan.
Kata warga, pelaku yang mengendarai mobil minibus ini diduga bersenggolan di jalan dengan sejumlah remaja.
Saat itu, para remaja dikabarkan kebut-kebutan dan melakukan balap liar, hingga membuat pelaku tidak senang.
Selanjutnya, pelaku menodongkan sangkur ke arah remaja bernama Andre.
Andre dicurigai ikut melakukan balap liar.
Baca juga: JPU Tak Bisa Hadirkan Saksi di Perkara Pembunuhan Paino, Pengacara Terdakwa Tato dan Sahdan Berang
Melihat ada yang diamankan, para remaja lain kabur mengarah ke warung korban.
Selanjutnya, pelaku pun menyisir Jalan Adi Sucipto.
Sampai di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, persisnya di depan Komplek CBD Polonia, pelaku menghentikan laju mobilnya di dekat warung korban.
Andre yang ada di dalam mobil pelaku lantas minta tolong dengan kondisi wajah lebam.
Karena mendengar ada suara teriakan dari dalam mobil, korban yang saat itu berada di warungnya kemudian mendatangi mobil pelaku.
Baca juga: 6 Fakta Menarik Drakor Bitch and Rich, Drama yang Mengungkap Misteri Pembunuhan di Sekolah Elit
Lantaran korban dan beberapa saksi mengenali Andre, korban meminta pelaku agar melepaskan anak tersebut.
Namun, pelaku tidak mau menuruti permintaan korban.
Saat itu, terjadi adu mulut, hingga kemudian pelaku menancapkan sangkurnya ke leher dan bahu korban.
Ketika ditikam pelaku, korban sempat berusaha melawan.
Pelaku sempat kena tendang, hingga terjatuh ke parit.
Setelah itu, pelaku yang melihat korban sudah terhuyung-huyung bercucuran darah kemudian melarikan diri dari lokasi.
Pascakejadian, korban sempat dibawa ke RSUP Adam Malik Medan.
Nahas, karena diduga kehabisan darah, korban meninggal dunia.
Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Karya Bakti, Gang Landasan Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.
Korban disemayamkan di rumah duka.
Baca juga: Polisi Dalami Motif Pembunuhan Pasutri Pengusaha Kolam Renang Tirta Mutiara Ngantru Tulungagung
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa membenarkan kejadian tersebut.
Namun, hingga kini pihaknya masih mencari tahu pelakunya.
"Sedang kita lakukan penyelidikan, petugas pun masih di lapangan," imbuhnya.
Jenis Mobil Masih Simpang Siur
Sejumlah warga yang sempat menyaksikan pembunuhan korban mengatakan pelaku naik mobil jenis minibus.
Namun, ditanya mengenai merk mobil, keterangan warga berbeda.
Ada yang menyebut bahwa pelaku naik Kijang Innova, ada juga yang mengatakan pelaku naik mobil Suzuki Ertiga.
Meski begitu, saat ini kasus pembunuhan tersebut masih misterius.
Belum ada keterangan lebih lengkap dari pejabat Polsek Medan Baru yang berwenang atas kasus ini.(cr11/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kasat-Reskrim-Polrestabes-Medan-Kompol-Teuku-Fathir-Mustafa1.jpg)