Viral Medsos

SERANGAN Besar-besaran Rusia ke Ukraina, Kirim Rudal Hipersonik Palsu dan 59 Drone Buatan Iran

Adapun, serangan Rusia dengan drone Shahed buatan Iran itu berlangsung selama lebih dari 5 jam.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
AP Photo via Kompas Tv
Bangkai Rudal Rusia di Ukraina. Rusia meluncurkan puluhan rudal jelajah ke berbagai bagian Ukraina menguji pertahanan udara Ukraina yang dilakukan pada malam hari. Namun Ukraina mengeklaim berhasil menembak seluruhnya rudal tersebut. (AP Photo via Kompas Tv) 

Sebanyak 36 dari seluruh pesawat yang dijatuhkan itu hancur di langit Kyiv. Sisanya ditangkal di berbagai provinsi lain.

Wali Kota Kyiv Vitalii Klitshcko mengumumkan, serangan ke Kyiv berlangsung sampai pukul 03.00 Senin.

Selama beberapa jam, peringatan serangan udara di Kyiv terus menyala.

Ledakan-ledakan terus terdengar di berbagai penjuru Kyiv.

“Angkatan bersenjata Ukraina menangkis semua serangan brutal ini,” tulisnya di media sosial.

Sementara Penguasa Darurat Militer Kyiv Sergei Popko menyebut, total 40 pesawat nirawak dan rudal diarahkan ke Kyiv.

Seluruhnya bisa ditangkis artileri arhanud Ukraina.

Hingga Senin pagi waktu Kyiv, tidak ada laporan korban tewas akibat rangkaian serangan itu.

Adapun untuk korban cedera, sejauh ini dilaporkan dua orang dewasa menderita luka bakar.

Rangkaian serangan 28-29 Mei 2023 terjadi beberapa hari setelah serangan sejenis pada 25-26 Mei 2023.

Kyiv memantau 17 rudal dan 31 pesawat nirawak berpeledak dilancarkan Mokswa ke berbagai penjuru Ukraina.

Dari seluruh serangan itu, 25 pesawat nirawak dan 10 rudal ditangkis di udara. Sisanya mencapai sasaran di berbagai wilayah Ukraina.

Panglima Pasukan Gabungan Ukraina Letnan Jenderal Sergei Naiev menyebut, ketangguhan arhanud di Kyiv dan sekitarnya sudah teruji.

Ukraina menjadi satu-satunya negara yang benar-benar teruji bisa menggabungkan persenjataan Barat dan Uni Soviet-Rusia.

Langit Kyiv dilindungi oleh SAMP/T Italia-Perancis, rudal IRIS-T dan panser arhanud Gepard Jerman, hingga NASAMS dan Patriot Amerika Serikat.

Selain artileri standar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu, Kyiv juga masih mengoperasikan arhanud S200 dan S300 warisan Uni Soviet.

Ukraina punya itu karena dulu bagian dari Uni Soviet dan Pakta Warsawa.

Moskwa antara lain menangkis roket dari peluncur HIMARS AS.

Moskwa mengklaim pula menangkis rudal stormshadow yang dihibahkan Inggris ke Ukraina beberapa waktu lalu.

Adapun Rusia masih terus mempertahankan S200-S300 ditambah S400.

Sebagian arhanud Rusia kini ditempatkan di berbagai wilayah Ukraina yang diduduki Moskwa.

Pada Minggu, setidaknya lima ledakan terdengar di sebagan wilayah pendudukan itu.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut, Moskwa antara lain menangkis roket dari peluncur HIMARS AS.

Moskwa mengklaim pula menangkis rudal stormshadow yang dihibahkan Inggris ke Ukraina beberapa waktu lalu.

Rusia terus menyiarkan keberhasilan menangkis persenjataan Barat. Hal itu bagian dari upaya menunjukkan ketangguhan arhanudnya.

Rusia menjadi salah satu negara yang memiliki sistem pertahanan udara terkuat di dunia.

Meski bisa menangkis, tidak berarti Ukraina bisa mencegah kerusakan. Sebab, puing-puing pesawat nirawak dan rudal itu dilaporkan merusak sejumlah rumah susun dan rumah tapak di berbagai penjuru Kyiv.

Sebagian puing itu jatuh ke rusun dan rumah tapak dalam kondisi terbakar. Karena itu, sejumlah kebakaran terjadi.

Selain di Kyiv, serangan antara lain dilaporkan terjadi di Mykolaiv yang berada di selatan Kyiv.

Wali Kota Mykolaiv, Vitaly Kim, menyebut, sejumlah ledakan terdengar di langit kota itu.

Setelah itu, ada laporan beberapa bangunan tertimpa puing pesawat nirawak. “Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Klitshcko mengatakan, tim penyelamat masih fokus mencari kemungkinan sisa korban di berbagai lokasi puing rudal dan pesawat nirawak jatuh.

Oleh karena itu, nilai kerugian akibat serangan belum bisa ditaksir.

(TRIBUN-MEDAN.COM/AFP/REUTERS/KOMPAS.ID)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved