Viral Medsos
SERANGAN Besar-besaran Rusia ke Ukraina, Kirim Rudal Hipersonik Palsu dan 59 Drone Buatan Iran
Adapun, serangan Rusia dengan drone Shahed buatan Iran itu berlangsung selama lebih dari 5 jam.
Beberapa ledakan besar mengguncang Ibu Kota Ukraina, Kiev, akibat serangan rudal dan drone Rusia, Senin (29/5/2023) dini hari.
Serangan gelombang besar Rusia ini turut diposting salah seorang pejabat Ukraina melalui akun Twitter-nya, Senin.
"Pagi ini saya menulis tweet tentang serangan besar-besaran Rusia di Ukraina tadi malam. Bagi Kyiv, itu adalah serangan ke-16 di bulan Mei. Dan itu adalah salah satu yang paling menantang bagi Pahlawan pertahanan udara kita, saat Rusia meluncurkan rudal jelajah dan drone Shahed, digabungkan."
"Secara total, Angkatan Udara Ukraina menghancurkan 67 target tadi malam (37 rudal jelajah X-101/X-555, 29 drone Shahed, 1 drone pengintai). Kejayaan! Rusia mencoba menguras pertahanan udara kami dan orang-orang kami dengan serangan ini. Itu hanya membuat kita lebih bertekad untuk melakukan semua yang kita bisa untuk Kemenangan. Ukraina akan menang,"tulis Anton Gerashchenko dalam akun Twitter-nya @Gerashchenko_en.
Kecemasan Sejumlah Pihak
Sejumlah pihak cemas dengan keberlanjutan pertahanan udara Ukraina.
Rusia meningkatkan penggunaan rudal lama dan pesawat nirawak dalam serangan ke Ukraina.
Untuk setiap rudal dan pesawat yang ditangkis, Ukraina harus menembakkan sedikitnya dua rudal dan sejumlah peluru artileri pertahanan udara.
Akumulasi harganya lebih mahal dibandingkan pesawat nirawak yang dijatuhkan.
Setiap butir peluru Gepard berharga rata-rata 4.000 euro.
Harga rudal yang ditembakkan IRIS-T dan Patriot malah mencapai masing-masing 380.000 euro dan 1 juta dollar AS per unit.
Sementara harga setiap unit pesawat nirawak yang dilepaskan Rusia paling mahal 20.000 dollar AS.
Dibandingkan sejumlah rudal Ukraina maupun NATO, pesawat-pesawat nirawak buatan Iran dan dilepaskan Rusia itu jauh lebih murah.
Hal yang lebih mencemaskan NATO adalah Rusia memakai pesawat nirawak untuk menguras ketahanan arhanud Ukraina.
Kepada CNN, sejumlah perwira NATO menyebut bahwa penghancuran sasaran di Ukraina hanya salah satu tujuan penggunaan pesawat nirawak oleh Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/angkai-Rudal-Rusia-di-Ukraina.jpg)